Jambarpost.com, JAMBI — Aktivis Jambi Fauzan Hasby melontarkan kritik keras terhadap kinerja manajemen Bank Mandiri di wilayah Jambi. Ia mendesak Area Head Bank Mandiri Jambi segera dicopot atau setidaknya dievaluasi secara total menyusul mencuatnya sejumlah persoalan yang menimpa nasabah di beberapa daerah.
Fauzan menilai, rentetan persoalan yang terjadi tidak bisa terus-menerus dianggap sebagai ulah oknum semata. Menurutnya, Area Head sebagai pimpinan wilayah harus ikut mempertanggungjawabkan kualitas pengawasan dan tata kelola di wilayah yang dipimpinnya.
> "Kalau kasus terus berulang, nasabah terus mengeluh, lalu pengawasan tetap dianggap baik-baik saja, pertanyaannya sederhana: sebenarnya Area Head ini mengawasi apa?" tegas Fauzan.
Ia menyebut, Bank Mandiri merupakan perusahaan BUMN yang membawa nama negara, sehingga standar pengawasan dan perlindungan terhadap nasabah seharusnya jauh lebih tinggi. Jangan sampai, kata dia, masyarakat justru merasa tidak aman menyimpan uang di bank milik negara.
> "Jangan hanya ketika ada masalah baru sibuk mencari kambing hitam dengan menyalahkan oknum. Kalau memang pengawasan berjalan, mengapa persoalan serupa bisa muncul berulang? Ini harus dijawab oleh manajemen wilayah," ujarnya.
Fauzan menilai, apabila manajemen pusat Bank Mandiri serius menjaga kepercayaan publik, maka evaluasi terhadap Area Head Bank Mandiri Jambi tidak boleh menjadi formalitas belaka.
> "Bagi kami, ini bukan soal siapa yang duduk di kursi Area Head. Ini soal tanggung jawab. Kalau seorang pimpinan wilayah tidak mampu memastikan pengawasan berjalan dan persoalan nasabah terus bermunculan, lalu apa alasan untuk mempertahankan jabatannya?" kata Fauzan.
Ia juga mendesak manajemen pusat melakukan audit menyeluruh terhadap jaringan Bank Mandiri di Jambi, termasuk mengevaluasi sistem pengawasan internal dan mekanisme penanganan pengaduan nasabah.
"Jangan tunggu masyarakat kehilangan kepercayaan. Jangan sampai Bank Mandiri di Jambi dikenal bukan karena pelayanan dan profesionalismenya, tetapi karena kasus nasabah yang tak kunjung selesai. Manajemen pusat harus turun tangan. Kalau perlu, ganti Area Head-nya!" tegasnya.
Fauzan memastikan pihaknya akan terus mengawal persoalan nasabah yang dirugikan dan meminta agar setiap kasus diselesaikan secara transparan serta sesuai ketentuan hukum.
> "Kami tidak sedang mencari panggung. Kami sedang mempertanyakan tanggung jawab. Nasabah bukan ATM berjalan yang hanya dibutuhkan ketika setor uang. Mereka punya hak untuk mendapatkan rasa aman, perlindungan, dan keadilan," pungkasnya. (Tim)
