Pertandingan yang mempertemukan dua tim bertabur pemain berpengalaman itu berlangsung sengit sejak peluit babak pertama dibunyikan. Turnamen MOS CUP 2026 sendiri menjadi ajang silaturahmi sekaligus unjuk kemampuan para pesepak bola legenda kategori U-40 dari berbagai daerah, sehingga setiap pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi dan penuh gengsi.
Sejak menit-menit awal, Merangin All Star tampil lebih dominan dengan menguasai jalannya pertandingan. Serangan demi serangan terus dilancarkan melalui permainan cepat dan umpan-umpan terukur. Namun, rapatnya lini pertahanan Harimau Sumatera FC membuat setiap peluang lawan selalu berhasil dipatahkan sebelum membahayakan gawang.
Meski lebih banyak berada di bawah tekanan, Harimau Sumatera FC justru mampu menunjukkan efektivitas permainan. Kesabaran mereka membangun serangan akhirnya membuahkan hasil menjelang turun minum. Aldian sukses memecah kebuntuan lewat sepakan melengkung dari sisi kiri yang mengarah ke pojok gawang dan tidak mampu dijangkau penjaga gawang Merangin All Star.
Gol indah tersebut disambut sorak-sorai para pendukung Harimau Sumatera FC. Keunggulan 1-0 bertahan hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama.
Memasuki babak kedua, Harimau Sumatera FC kembali memberikan kejutan. Baru beberapa menit laga berjalan, Riko berhasil lolos dari jebakan offside sebelum menggiring bola ke depan gawang dan dengan tenang menaklukkan kiper Merangin All Star. Gol tersebut membawa Harimau Sumatera FC memperlebar keunggulan menjadi 2-0.
Tertinggal dua gol membuat Merangin All Star meningkatkan intensitas serangan. Mereka terus menekan dari berbagai sisi lapangan untuk mengejar ketertinggalan. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah salah seorang pemain mereka dijatuhkan di dalam kotak penalti. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih, dan eksekutor Merangin All Star sukses menjalankan tugasnya sehingga skor berubah menjadi 2-1.
Setelah gol tersebut, pertandingan berlangsung semakin menarik. Kedua tim saling melancarkan serangan demi serangan. Merangin All Star berusaha keras menyamakan kedudukan, sementara Harimau Sumatera FC mengandalkan serangan balik cepat yang beberapa kali mengancam gawang lawan.
Di menit-menit akhir, tempo permainan semakin meningkat. Adu strategi antara kedua pelatih terlihat jelas di pinggir lapangan, sementara para pemain menunjukkan semangat juang yang tinggi. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol yang tercipta. Harimau Sumatera FC pun memastikan kemenangan dengan skor 2-1 sekaligus mengamankan satu tempat di partai final MOS CUP 2026.
Keberhasilan tersebut menjadi modal berharga bagi Harimau Sumatera FC untuk menatap laga final dengan penuh optimisme. Selain menunjukkan mental bertanding yang kuat, kemenangan ini juga menjadi bukti bahwa kekompakan dan disiplin tim mampu mengalahkan tekanan dari lawan yang dihuni sejumlah pemain berpengalaman.
Official Harimau Sumatera FC, Iwan Katik, mengungkapkan rasa syukur atas hasil yang diraih timnya. Menurutnya, Turnamen MOS CUP bukan sekadar ajang memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi wadah mempererat tali silaturahmi antar pemain legenda sepak bola U-40 dari berbagai daerah.
“Alhamdulillah, kemenangan ini merupakan hasil kerja keras seluruh pemain. Mereka bermain disiplin, saling percaya, dan menunjukkan kekompakan selama pertandingan. Merangin All Star adalah tim yang sangat kuat, tetapi anak-anak mampu menjalankan instruksi dengan baik sehingga kami bisa meraih kemenangan 2-1,” ujar Iwan Katik.
Ia juga berharap para pemain tetap menjaga fokus dan kondisi fisik menjelang laga final.
“Kami tidak ingin cepat puas. Perjalanan masih belum selesai karena masih ada pertandingan final yang harus kami hadapi. Semoga semangat, kekompakan, dan kerja keras tim tetap terjaga sehingga Harimau Sumatera FC mampu memberikan penampilan terbaik dan berhasil menjadi juara MOS CUP 2026,” tutupnya. (DidiJP)


