Peristiwa itu terjadi pada Kamis (30/7). Paket makanan bergizi yang seharusnya diterima siswa saat masih berada di sekolah baru tiba sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, seluruh siswa telah pulang dan aktivitas belajar mengajar sudah lama berakhir.
Informasi yang dihimpun Jambarpost.com menyebutkan, mobil distribusi dari SPPG Pasar Masurai 2 sebenarnya telah datang ke Desa Rantau Jering pada pagi hari. Namun, paket MBG yang dibawa hanya sekitar 70 porsi, sementara jumlah siswa di SD Negeri 111/VI Rantau Jering mencapai 139 orang.
Akibat kekurangan tersebut, pembagian makanan kepada seluruh siswa tidak dapat dilakukan. Sejumlah informasi di lapangan menyebutkan sebagian paket yang dibawa pada pengiriman pertama dialihkan untuk memenuhi kebutuhan siswa taman kanak-kanak (TK), sedangkan kekurangan paket bagi siswa SD baru dipenuhi melalui pengiriman susulan pada sore hari.
Ironisnya, saat kendaraan distribusi kembali datang sekitar pukul 15.00 WIB, sekolah sudah kosong. Para siswa akhirnya diminta berkumpul di balai desa agar tetap dapat menerima paket Makan Bergizi Gratis yang menjadi hak mereka.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan teknis pelaksanaan Program MBG di lapangan. Sebab, tujuan utama program tersebut adalah memenuhi kebutuhan gizi siswa selama berada di lingkungan sekolah untuk mendukung konsentrasi dan proses belajar, bukan setelah kegiatan belajar selesai.
Dikonfirmasi terkait kejadian tersebut, Kepala SPPG Pasar Masurai 2, Aldi Hauzario, membenarkan adanya keterlambatan distribusi.
“Tetap diantar. Alasannya ompreng MBG-nya ketinggalan, jadi tidak cukup. Habis itu mobil operasionalnya cuma dua, jadi harus nunggu,” ujarnya.
Ia mengatakan keterlambatan itu terjadi karena kelalaian tim pengemudi.
“Kelalaian tim driver,” katanya singkat.
Peristiwa ini menjadi catatan penting bagi penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Merangin. Evaluasi menyeluruh diperlukan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi dan distribusi makanan dapat berlangsung tepat waktu, sehingga tujuan program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para siswa saat proses pembelajaran berlangsung. (*)
