• Jelajahi

    Copyright © Media Online
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Ditusuk Kakak Kelas, Siswa SMP di Merangin Meninggal Dunia

    JambarPost
    8/04/2022, 14:05 WIB Last Updated 2022-08-04T07:05:41Z


    Jambarpost.com, Merangin - IR (14), seorang siswa SMPN Satu Atap di Merangin Provinsi Jambi, meninggal dunia setelah ditusuk kakak kelasnya.

    Belum diketahui secara pasti kronologis kejadian tersebut, korban merupakan siswa kelas II. Ia meninggal dunia setelah dibawa ke Rumah Sakit Kolonel Abunjani Bangko.

    Ketua Lembaga Adat Desa Sungai Tebal, Yurani (65) saat dikonfirmasi mengatakan, kejadian tersebut terjadi dalam lingkungan sekolah korban.

    "Yang kami tahu orangnya baik, kalau ada masalah saya rasa dak mungkin. Karena dia murid yang pintar. Juga dak pernah neko-neko almarhum itu. Kalau kejadian kami belum tahu pasti, soalnya kejadiannya dalam lingkungan sekolah,” kata Yurani yang juga tetangga korban.

    Dirinya sangat menyayangkan terjadi penusukan tersebut. Ia menilai adanya kelalaian yang dilakukan guru dan pihak sekolah.

    "Seharusnya guru harus tahu kalau ada murid yang membawa senjata tajam. Dan kejadian ini harus jadi pembelajaran sebab korban belum sempat ditangani sudah meninggal sekitar pukul 14.00 WIB tadi," ujarnya.

    Ektra Kurikuler Yuda Pitrade, guru sekolah, yang ikut mengantar korban ke rumah sakit menerangkan, pelaku tersebut berinisial JY berkisar umur 14 tahun.

    "Tadi sudah diamankan pihak Polsek Masurai. Pelaku ini saya belum kenal betul, karena baru tiga hari pindah ke sekolah ini. Sebelumnya pelaku ini diketahui pindahan dari Bengkulu. Tadi sempat kita bawa dulu ke klinik Sungai Tebal," ucapnya.

    Ektra menerangkan kejadian tragis yang terjadi di sekolah. Dirinya mengaku tidak tahu persis dan tengah berada di rumah.

    "Saya tidak tahu juga kejadian seperti apa, waktu kejadian saya masih pulang ke rumah mandi, setelah kembali ke kantor saya lihat murid sudah panik. Ada yang bilang ada yang ditusuk, habis itu langsung saya bawa pakai motor ke klinik," katanya.

    Sementara itu Bidan Maryani, Kepala Klinik Parsah Sungai Tebal mengaku, kondisi awal saat dibawa ke klinik korban terlihat kondisinya masih baik.

    Hal itu terlihat saat korban menuju ke klinik dari motor masih bisa jalan sendiri, bahkan saat mau diantar ke rumah sakit Bangko, korban juga masih jalan kaki menuju mobil ambulance klinik.

    "Pas dalam perjalanan saya lihat kondisinya menurun. Terlihat beberapa kali dia bilang ke ibunya kalau tidak sampai dia minta maaf ke orang tuanya," kata Maryani.

    Namun nyawanya tidak bisa tertolong, beberapa saat setelah mendapatkan perawatan di RSUD Kolonel Abunjani Bangko harus mengembuskan napas terakhir.

    "Kalau darah tidak terlalu banyak keluar. Tapi tadi saya tanya dokter yang menangani, kata mereka pembuluh darahnya pecah ke dalam, jadi darahnya masuk ke dalam tubuh," ujarnya.(hen)

    Komentar

    Tampilkan