• Jelajahi

    Copyright © Media Online
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Diduga Untuk PETI, Warga Sungai Telang Bungo Usir Alat Berat

    JambarPost
    1/03/2023, 21:56 WIB Last Updated 2023-01-03T14:56:45Z


     jambarpost.com, Tebo – Destinasi Wisata Jambi di Kabupaten Bungo Provinsi Jambi, yakni Sungai Telang terusik gara-gara aktivitas diduga Penambangan Tanpa Izin (PETI) mengunakan alat berat.

    Hal inipun membuat warga khususnya pemuda di sepanjang aliran Sungai Telang geram, dan mereka kompak melakukan pengusiran terhadap alat berat yang diduga digunakan untuk aktivitas PETI tersebut.

    Aksi pengusiran alat berat yang diduga digunakan untuk aktivitas PETI ini dilakukan warga dusun Sungai Telang pada Sabtu, 31 Desember 2022 kemarin.

    Salah seorang pemuda Sungai Telang, Antoni beserta pemuda Sungai Telang lainnya mengatakan, aksi pengusiran alat berat tersebut merupakan bentuk perlawanan pemuda terhadap aktivitas PETI.

    Sebab, kata dia, mereka sangat menolak adanya aktivitas PETI diwilayah desanya.

    Alasannya dia, selain merusak lingkungan dan air di sungai itu, aktivitas PETI juga dianggap bakal mengancam wisata alam di desa mereka.

    Dikatakan dia, aksi penolakan PETI ini tidak hanya dilakukan dengan mengusir alat berat.

    Namun, beberapa bulan yang lalu pemuda juga telah melakukan aksi demo di kantor desa (Rio) setempat untuk menolak aktivitas ilegal itu.

    “Waktu demo pertama, ada kesepakatan memberikan kesempatan para pelaku keluar dari lokasi. Kala itu salah satu mereka mengakui alat berat rusak. Kita pun memberikan waktu dan kesempatan buat mereka memperbaiki dan keluar lokasi. Tahu-tahu hanya alasan dan kembali bekerja,” kata dia.

    Sementara, Fikri dan beberapa pemuda lainnya mengaku, untuk ke lokasi PETI dibutuhkan waktu sekitar 3 sampai 4 jam berjalan kaki.

    Sampai dititik lokasi, mereka menemukan sebuah excavator lengkap dengan fasilitas lainnya siap melakukan aktivitas PETI untuk mencari emas.

    Anehnya, dilokasi tersebut ditemukan beberapa pekerjaan dan dua orang mekanik tengah berjibaku memperbaiki excavator.

    Beralasan alat berat tersebut masih dalam kondisi rusak. Padahal bekas aktifitas galian masih terlihat baru.

    Beruntung, emosi warga sempat tertahan meskipun sudah ada yang nekat untuk memusnahkan alat berat dan peralatan lainnya di lokasi itu 

    “Warga sempat merusak dan memusnahkan BBM jenis solar di lokasi,” kata dia.

    Pada akhirnya para pekerja, warga dan disaksikan anggota TNI-Polri melakukan negosiasi meminta alat berat jenis excavator akan dikeluarkan dari lokasi paling lama satu Minggu kedepan

    Setelah ada kesepatakan dan bahkan ada perangkat desa mengeluarkan omongan siap bertanggung jawab, masa meninggalkan lokasi.

    “Kita melihat langsung di lokasi, ada sekitar 2 hettar area hutan HP sudah porak poranda olah aktivitas PETI tersebut,” pungkasnya.

    Untuk itu, masyarakat minta kepada aparat pemerintah dusun untuk segera membuat laporan resmi kepada pihak penegak hukum.

    Selain itu, masyarakat juga meminta agar dilakukan duduk bersama untuk mencari solusi agar tidak ada lagi aktivitas PETI di sepanjang Sungai Telang.

    “Kita sepakat untuk terus melakukan perlawanan, kita masih menyusun rencana. Bila mereka masih bertahan untuk demo ke kabupaten, provinsi atau tindakan lain,” pungkasnya.(edi)

    Komentar

    Tampilkan