• Jelajahi

    Copyright © Media Online
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Atasi Antrean Panjang BBM, Polres Bungo Bakal Terapkan Aplikasi Digital

    JambarPost
    12/27/2025, 07:15 WIB Last Updated 2025-12-27T00:15:32Z

    Jambarpost.com, Bungo - Memasuki masa libur Natal dan Tahun Baru, antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bungo masih terus terjadi, Jumat (26/12/2025).

    Kondisi itu terlihat hampir di seluruh SPBU di Kabupaten Bungo. Warga rela mengantre sejak pagi hingga malam hari demi mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), khususnya BBM bersubsidi.

    Pantauan Tribun Jambi di lokasi, terlihat antrean kendaraan roda dua maupun roda empat kerap mengular hingga ke badan jalan. 


    Situasi tersebut tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga berpotensi menimbulkan kemacetan di jalan lintas yang berada di sekitar SPBU.


    Lonjakan kebutuhan BBM selama libur panjang diduga menjadi salah satu penyebab utama terjadinya antrean panjang ini.


    Rencana Pakai Aplikasi Digital


    Guna mencegah pembelian berlebihan serta mengantisipasi kecurangan dalam penggunaan BBM bersubsidi, Polres Bungo berencana menerapkan sistem antrean digital di SPBU. 


    Sistem ini diharapkan dapat menciptakan ketertiban serta mencegah antrean panjang yang mengganggu arus lalu lintas.


    Selain itu, kepolisian juga berupaya menekan praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi, baik jenis solar maupun pertalite.


    Polres Bungo telah memberikan peringatan keras serta melakukan penindakan terhadap pihak SPBU yang terbukti melakukan kecurangan. 


    Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran dan sesuai dengan aturan yang berlaku.


    Kapolres Bungo, AKBP Natalena Eko Cahyono, mengatakan pihaknya telah mengundang belasan pengusaha dan manajer SPBU yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bungo.


    Pertemuan tersebut bertujuan untuk mencari solusi terbaik dalam mengatasi permasalahan antrean BBM yang kerap terjadi, terutama pada momen libur panjang.


    “Iya, kita undang para pengusaha dan pengelola SPBU untuk bersama-sama mencari solusi terbaik dalam mengatasi masalah antrean BBM ini,” ungkap AKBP Natalena Eko Cahyono


    Menurutnya, salah satu solusi yang akan diterapkan adalah penggunaan sistem digital bagi masyarakat lokal yang ingin membeli BBM bersubsidi.


    "Iya, hari Senin nanti launching aplikasi itu," ungkapnya. 


    Melalui sistem ini, setiap warga yang mengantre nantinya harus memenuhi sejumlah persyaratan tertentu. 

    Dengan adanya pendataan secara digital, diharapkan tidak ada lagi pembelian berulang oleh pihak-pihak tertentu yang ingin mengambil keuntungan.


    Kapolres juga menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus melakukan pengawasan secara ketat di SPBU-SPBU yang ada di Kabupaten Bungo.


    Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan tidak terjadi praktik penimbunan, penyalahgunaan, maupun permainan distribusi BBM bersubsidi.


    Dengan penerapan sistem antrean digital dan pengawasan ketat dari kepolisian, diharapkan antrean panjang di SPBU dapat diminimalisir. (***)

    Komentar

    Tampilkan