• Jelajahi

    Copyright © Media Online
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Delapan Pekerja PETI di Limun Sarolangun Tewas Tertimbun Longsor, Empat Lainnya Luka-luka

    JambarPost
    1/23/2026, 10:34 WIB Last Updated 2026-01-23T03:40:55Z

    Jambarpost com, Sarolangun – Peristiwa tragis menimpa para pekerja Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun. Sebanyak delapan orang pekerja ditemukan tewas akibat tertimbun tanah longsor saat melakukan aktivitas penambangan emas, pada Selasa sore (20/01/2026).


    Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan, hingga Rabu pagi, delapan korban meninggal dunia berhasil ditemukan setelah tertimbun material tanah galian di lokasi PETI yang berada di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun.


    Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, saat para korban tengah melakukan aktivitas menebeng atau mencari emas di dalam lubang galian tambang. Secara tiba-tiba, tebing galian runtuh dan menimbun para pekerja yang berada di dalam lokasi tambang.


    Diduga kuat, longsornya tebing tambang dipicu oleh curah hujan yang cukup tinggi, sehingga menyebabkan kondisi tanah menjadi labil dan runtuh secara mendadak.


    Kapolres Sarolangun, AKBP Wendi Oktariansyah, S.IK, MH, saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa hingga Rabu pagi, terdapat 12 orang korban akibat longsor di lokasi PETI tersebut.


    “Sampai sekarang sudah ada 12 korban yang tertimbun longsor di lokasi PETI, delapan orang meninggal dunia dan empat orang mengalami luka-luka,” ujar AKBP Wendi.


    Saat ditanya terkait kemungkinan masih adanya korban lain yang tertimbun, AKBP Wendi menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih melakukan evaluasi dan pendataan di lapangan.


    “Untuk jumlah pasti korban, saat ini masih kita evaluasi. Pagi ini kami turun langsung ke lokasi PETI untuk membantu proses evakuasi,” katanya singkat.


    Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, sebelum kejadian longsor terjadi, terdapat puluhan pekerja PETI yang tengah beraktivitas di lokasi tersebut. Aparat gabungan bersama masyarakat setempat masih terus melakukan upaya pencarian dan evakuasi dengan penuh kehati-hatian, mengingat kondisi tanah yang masih labil.


    Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan bahaya aktivitas penambangan emas tanpa izin, yang selain melanggar hukum juga sangat berisiko terhadap keselamatan jiwa para pekerja. (Tim)

    Komentar

    Tampilkan