Jambarpost.com, Bungo – Komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman terus digaungkan oleh SMPN 1 Pelepat Ilir. Melalui kegiatan penyuluhan bertajuk “Say No to Bullying”, pihak sekolah menegaskan pentingnya membangun karakter siswa sekaligus mewujudkan sekolah yang bebas dari segala bentuk perundungan.
Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah tersebut diikuti oleh seluruh siswa / siswi, guru, serta tenaga kependidikan. dengan mengangkat tema “Wujudkan Murid Berkarakter dan Sekolah Bebas Perundungan".
Dalam suasana yang penuh antusias, para peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya bullying, dampak psikologis yang ditimbulkan, serta pentingnya saling menghargai antar sesama.
Dalam penyampaian Workshop ini, SMPN 1 Pelepat Ilir menghadirkan Yetty Fatri Dewi, S.Pd. M.Pd, Dari BPMP Provinsi Jambi. sebagai pemateri.
Dalam penyampaiannya, Yetty Fatri Dewi menekankan bahwa perundungan merupakan masalah serius yang dapat berdampak panjang terhadap kondisi psikologis dan perkembangan siswa. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran bersama untuk menghentikan segala bentuk bullying di lingkungan sekolah.
“Menjadi siswa/siswi berkarakter berarti mampu menghargai orang lain, memiliki empati, dan berani mengatakan tidak terhadap perundungan,” ujarnya di hadapan para peserta yang terdiri dari siswa/siswi dan tenaga pendidik.
Ia juga menjelaskan berbagai bentuk perundungan, mulai dari fisik, verbal, hingga bullying di media sosial. Selain itu, siswa/siswi diajak untuk lebih berani melaporkan jika melihat atau mengalami tindakan tersebut, serta tidak menjadi bagian dari pelaku maupun pendukung bullying.
Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari para siswa / siswi yang aktif mengikuti sesi tanya jawab. Mereka mengaku lebih memahami pentingnya menjaga sikap dan membangun hubungan yang positif di lingkungan sekolah.
Pada kesempatan ini, Kepala Sekolah SMP. N 1, Pelepat Ilir, Nur Afni Isnaini, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, khususnya kepada narasumber yang telah meluangkan waktu untuk memberikan ilmu dan pemahaman kepada kita semua.
Anak-anakku sekalian, sekolah bukan hanya tempat untuk menuntut ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat membentuk karakter, sikap, dan kepribadian. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai. Tidak boleh ada tempat bagi tindakan perundungan, baik itu secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial.
Saya berharap melalui kegiatan ini, kalian semua dapat memahami betapa pentingnya saling menghormati, memiliki empati, serta berani berkata tidak terhadap bullying. Jadilah pelajar yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Kepada para guru, saya juga mengajak untuk terus memberikan pendampingan dan pembinaan kepada siswa, agar nilai-nilai karakter dapat tertanam dengan baik dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
Akhir kata, semoga kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi kita semua dan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan sekolah yang bebas dari perundungan serta melahirkan generasi yang berkarakter kuat. (DidiJP)


