Jambarpost.com, Bungo – Komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan terus diperkuat oleh SD Negeri 88 Sungai Mengkuang, Kecamatan Rimbo Tengah. Melalui kegiatan sosialisasi bertajuk “Generasi Hebat Tanpa Bullying”, sekolah mengajak seluruh siswa untuk membangun budaya saling menghormati, menghargai perbedaan, serta menolak segala bentuk tindakan bullying di lingkungan sekolah.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (2/6/2026) di halaman SD Negeri 88 Sungai Mengkuang tersebut diikuti oleh seluruh siswa dan dewan guru. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, empati, dan akhlak yang baik.
Dalam sambutannya, Kepala SD Negeri 88 Sungai Mengkuang, Ayu Nina, M.Pd, menegaskan bahwa sekolah harus menjadi rumah kedua yang aman dan menyenangkan bagi setiap anak untuk belajar, bermain, serta mengembangkan potensi dirinya tanpa rasa takut.
“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang dan saling menghargai. Jangan pernah mengejek, mengucilkan, ataupun menyakiti teman. Jadilah pribadi yang peduli, menghormati sesama, dan berani mengatakan tidak pada bullying,” tegas Ayu Nina di hadapan para siswa.
Menurutnya, generasi hebat tidak hanya diukur dari prestasi akademik semata, tetapi juga dari karakter, sikap, dan kemampuan menghargai orang lain. Karena itu, ia mengajak seluruh siswa untuk menjadi pelopor dalam menciptakan budaya positif di sekolah.
“Jika melihat atau mengalami tindakan bullying, jangan takut untuk melapor kepada guru. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga sekolah ini agar tetap menjadi tempat yang aman, nyaman, dan membahagiakan bagi semua,” tambahnya.
Untuk memperkuat pemahaman siswa tentang bahaya perundungan, pihak sekolah menghadirkan narasumber Aiptu Basrah Afandi, S.Pd dari Polres Bungo.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai bentuk bullying yang kerap terjadi di lingkungan sekolah, mulai dari tindakan fisik, ejekan verbal, pengucilan, hingga perundungan melalui media sosial.
Aiptu Basrah Afandi menegaskan bahwa bullying bukanlah hal sepele. Tindakan tersebut dapat meninggalkan dampak psikologis yang mendalam bagi korban, menurunkan rasa percaya diri, bahkan mengganggu proses belajar dan perkembangan anak.
“Jadilah anak-anak yang saling menyayangi, menghormati, dan membantu satu sama lain. Jangan menjadi pelaku bullying, jangan mendukung bullying, dan jangan takut melaporkan jika melihat atau mengalami tindakan perundungan,” pesannya.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif dan penuh antusias. Para siswa tampak aktif menyimak materi yang disampaikan serta mengikuti berbagai arahan yang diberikan narasumber mengenai pentingnya menjaga sikap dan membangun hubungan pertemanan yang sehat.
Sebagai penutup kegiatan, Kepala SD Negeri 88 Sungai Mengkuang kembali mengajak seluruh peserta didik untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Ia menekankan bahwa karakter mulia dibangun dari kebiasaan-kebiasaan sederhana seperti menghormati guru, berkata sopan, menyayangi teman, dan saling membantu tanpa membeda-bedakan.
“Mulailah dari diri sendiri untuk selalu berbuat baik. Jadilah anak-anak yang ramah, jujur, disiplin, dan peduli terhadap sesama. Jika kita membiasakan kebaikan setiap hari, maka sekolah ini akan menjadi tempat yang nyaman untuk belajar, bermain, dan meraih cita-cita bersama,” ujarnya.
Melalui kegiatan sosialisasi Generasi Hebat Tanpa Bullying ini, SD Negeri 88 Sungai Mengkuang berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif seluruh warga sekolah untuk bersama-sama mencegah terjadinya perundungan. Dengan lingkungan yang aman dan penuh rasa saling menghargai, sekolah optimistis mampu melahirkan generasi yang cerdas, berprestasi, berkarakter kuat, serta menjadi teladan dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat. (DidiJP)




