• Jelajahi

    Copyright © Media Online
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Tim Evaluator UNESCO Tiba di Jambi, Merangin Siapkan Revalidasi Geopark Berkelas Dunia

    JambarPost
    8/11/2026, 09:10 WIB Last Updated 2026-08-11T02:10:28Z


    Jambarpost.com, Merangin – Pemerintah Kabupaten Merangin mulai mempersiapkan seluruh rangkaian agenda penting revalidasi status UNESCO Global Geopark (UGGp) Merangin Jambi. Persiapan tersebut ditandai dengan penyambutan Tim Evaluator UNESCO yang tiba di Bandara Muaro Bungo, Senin (10/8/2026) sekitar pukul 13.20 WIB.


    Kedatangan tim evaluator internasional tersebut menjadi momentum penting bagi Kabupaten Merangin untuk menunjukkan keberlanjutan pengelolaan kawasan geopark yang memiliki kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, sekaligus warisan budaya yang menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat.


    Rombongan evaluator disambut langsung oleh Pemerintah Kabupaten Merangin. Penyambutan dipimpin Staf Ahli III Kabupaten Merangin, Hendri Widodo, yang hadir mewakili Bupati Merangin M. Syukur. Ia turut didampingi General Manager Geopark Merangin Jambi Agus serta Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Merangin Suherman.


    Dalam kesempatan tersebut, Hendri Widodo menegaskan bahwa Pemkab Merangin memberikan dukungan penuh terhadap proses revalidasi yang berlangsung selama 10–15 Agustus 2026.


    Menurutnya, revalidasi bukan hanya menjadi proses administratif untuk mempertahankan status geopark, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Merangin untuk memperlihatkan perkembangan pengelolaan kawasan kepada dunia internasional.


    “Pemerintah Kabupaten Merangin siap memfasilitasi dan mendukung penuh seluruh rangkaian proses revalidasi ini. Kami berharap potensi geologi, alam, dan budaya Merangin dapat terus diakui secara internasional,” ujar Hendri Widodo.


    Tim evaluator UNESCO yang datang ke Merangin terdiri dari dua pakar internasional, yakni Prof. Dr. Yongmun Jeon dari Korea Selatan dan Nicolas Klee dari Prancis.


    Setelah prosesi penyambutan di Bandara Muaro Bungo, kedua evaluator kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Merangin untuk menjalankan agenda penilaian lapangan.


    Selama berada di Merangin, tim akan melakukan evaluasi secara langsung terhadap berbagai aspek yang menjadi bagian penting dalam pengelolaan UNESCO Global Geopark. Penilaian tersebut mencakup kondisi dan potensi geologi, keanekaragaman hayati, warisan budaya, serta tata kelola kawasan.


    Sejumlah geosite dan destinasi unggulan telah dipersiapkan untuk menjadi bagian dari rangkaian kunjungan lapangan. Di antaranya Geosite Granitoid Tantan, Geosite Fosil Kayu Teluk Gedang, serta Geosite Fosil Daun Muaro Mengkaring.


    Selain kawasan geologi, tim evaluator juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah lokasi yang memiliki nilai alam dan budaya, seperti Goa Tiangko, Danau Pauh, hingga Rumah Batik Srikandi Markeh.


    Kunjungan lapangan tersebut menjadi bagian penting dalam proses revalidasi karena evaluator akan melihat secara langsung bagaimana kawasan geopark dikelola, dikembangkan, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.


    Tidak hanya melihat kondisi fisik kawasan, proses evaluasi juga akan mencermati keterkaitan antara konservasi, pendidikan, pariwisata berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat, serta tata kelola yang diterapkan di kawasan Geopark Merangin Jambi.


    Dalam menjalankan tugasnya, kedua evaluator UNESCO akan didampingi sejumlah pihak, baik dari unsur pemerintah pusat maupun daerah. Pendampingan melibatkan perwakilan Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI), Bappenas, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, tim teknis daerah, akademisi, hingga penerjemah.


    Pemkab Merangin berharap seluruh proses revalidasi dapat berjalan lancar dan memberikan hasil positif bagi keberlanjutan status UNESCO Global Geopark Merangin Jambi.


    Keberhasilan mempertahankan status tersebut dinilai tidak hanya penting dari sisi pengakuan internasional, tetapi juga dapat menjadi modal strategis untuk memperkuat promosi pariwisata, konservasi lingkungan, penelitian, pendidikan, serta pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.


    Dengan kekayaan geologi dan budaya yang dimiliki, Merangin diharapkan mampu terus memperkuat posisi sebagai salah satu kawasan geopark unggulan Indonesia yang memiliki daya tarik di tingkat internasional.


    Seluruh rangkaian revalidasi dijadwalkan berlangsung hingga 15 Agustus 2026. Hasil evaluasi nantinya akan menjadi bagian penting dalam menentukan keberlanjutan status UNESCO Global Geopark Merangin Jambi. (DidiJP)

    Komentar

    Tampilkan