Suami korban, Andy, mengungkapkan bahwa istrinya diduga mengalami tekanan dan perlakuan yang membuatnya merasa dikucilkan selama menjalankan tugas di sekolah.
“Setiap hari dia merasa ditekan dan dikucilkan. Di sekolah dikucilkan, bahkan temannya juga ikut di-bully,” ujar Andy, Minggu (9/8/2026).
Menurut Andy, salah satu persoalan yang turut menjadi perhatian adalah penempatan ruang kelas tempat istrinya mengajar. Ia menyebut posisi kelas tersebut cukup jauh dari toilet, sementara istrinya memiliki kondisi yang membuatnya cukup sering harus buang air.
“Bahkan kelasnya dibuat jauh dari WC, padahal dia punya penyakit yang sering buang air,” katanya.
Andy menuturkan, tekanan yang dirasakan istrinya diduga tidak berhenti pada persoalan pekerjaan. Ia menyebut korban juga sempat diterpa isu yang menyangkut kehidupan pribadinya.
“Di-bully dari urusan pribadi sampai pekerjaan. Diisukan selingkuh juga,” ungkap Andy.
Ia menambahkan, dugaan perlakuan tersebut juga disebut berdampak terhadap rekan kerja istrinya. Menurut Andy, salah satu teman korban di lingkungan sekolah turut mendapatkan perlakuan yang dinilainya serupa.
Kondisi tersebut, lanjut Andy, membuat keadaan emosional istrinya semakin terganggu. Ia mengatakan istrinya yang memiliki dua anak belakangan lebih sering menangis dan mengalami tekanan secara emosional.
Andy mengaku prihatin melihat kondisi istrinya. Ia bahkan sebelumnya memilih pindah pekerjaan dan mengajar dari luar Kota Jambi ke Kota Jambi agar dapat lebih dekat dengan keluarganya.
Namun, Andy menyebut setelah dirinya berada di Kota Jambi, persoalan yang dialami istrinya di lingkungan sekolah justru dinilai semakin berat.
Atas kondisi tersebut, keluarga berharap dugaan bullying yang dialami korban dapat ditangani secara serius dan objektif. Mereka meminta pihak terkait menggali persoalan dari seluruh pihak sehingga tidak ada pihak yang dirugikan dan persoalan serupa tidak kembali terjadi di lingkungan pendidikan.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Jambi bersama DPRD Kota Jambi diketahui telah turun tangan dengan mengumpulkan informasi dari pihak sekolah maupun keluarga korban terkait persoalan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, proses pengumpulan informasi dan penelusuran terhadap dugaan persoalan tersebut masih menjadi perhatian pihak terkait. Jambarpost.com akan terus memantau perkembangan kasus ini berdasarkan keterangan dan informasi resmi dari pihak-pihak yang berkepentingan. (DidiJP)
