Jambarpost.com, Jambi - ASN di Provinsi Jambi cemas, menyusul belum aktifnya layanan mobile banking dan ATM Bank Jambi.
Hingga hari keenam, yakni Jumat (27/2/2026), layanan m-banking dan ATM Bank Jambi yang dinonaktifkan sejak Minggu (22/2/2026) belum juga normal kembali.
Pihak Bank Jambi juga tidak memberi keterangan kapan layanan m-banking dan ATM kembali normal.
Aparatur sipil negara (ASN) di tingkat Pemerintah provinsi hingga pemerintah kabupaten kota cemas, pasalnya pembayaran gaji san THR disalurkan lewat Bank Jambi.
Gaji PNS biasanya cair ke rekening setiap tanggal 1 setiap bulannya.
"Agak cemas, karena gajian tanggal 1. Belum lagi THR nanti, jadi harus bolak balik antre di bank untuk narik," kata Shella, guru di Kota Jambi, Jumat (27/2/2026).
Kecemasan serupa dirasakan hampir seluruh ASN di Jambi. DPRD Minta Aktif Lagi Sebelum 1 Maret
Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menegaskan agar sistem layanan Bank Jambi kembali normal sebelum pencairan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) pada 1 Maret 2026.
Penegasan itu disampaikan Kemas usai memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama jajaran manajemen Bank Jambi dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jambi, Kamis (26/02/2026).
RDP digelar menyusul polemik hilangnya dana sejumlah nasabah yang diduga akibat insiden siber pada layanan perbankan, khususnya fitur M-Banking yang sempat dinonaktifkan.
“Kami sudah mendengar langsung penjelasan bahwa kejadian itu terjadi Minggu lalu. Alhamdulillah, baik Bank Jambi maupun OJK proaktif menyelesaikan persoalan ini,” ujar Kemas.
Meski demikian, ia menegaskan DPRD akan terus mengawal proses penyelesaian kasus tersebut.
Terlebih, awal Maret merupakan jadwal pencairan gaji ASN yang sangat bergantung pada kelancaran sistem perbankan.
“Tidak boleh lupa, sistem layanan harus kembali normal agar masyarakat, khususnya ASN yang akan menerima gaji 1 Maret, tidak terganggu,” tegasnya.
Menurut Kemas, langkah preventif telah dilakukan manajemen dengan menonaktifkan sementara layanan M-Banking guna mengidentifikasi sumber permasalahan.
Namun, jumlah pasti nasabah terdampak hingga kini belum dapat diumumkan karena masih dalam proses audit forensik.
“Ini masih ranah forensik. Kami tidak ingin mendahului hasil pemeriksaan. Tapi yang jelas, kami minta komitmen pengembalian dana nasabah dilakukan secepatnya,” katanya.
DPRD Kota Jambi juga menjadwalkan pemanggilan ulang manajemen Bank Jambi pada Senin mendatang untuk memastikan realisasi penggantian dana nasabah.
Sebelumnya, Gubernur Jambi, Al Haris juga sudha memastikan jika serangan siber di Bank Jmabi tidka akan berdampak pada gaji PNS.
Ia memastikan gangguan tersebut tidak berdampak pada pembayaran gaji ASN.
“Gaji ASN ada, cuma sementara tidak bisa menarik di ATM saja. Semoga Bank Indonesia bisa secepatnya mengizinkan membuka blokir itu karena itu ada kuncinya di Bank Indonesia,” terangnya. (*)
