Jambarpost.com - Bungo Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai acara Wisuda Tahfidz Al-Qur’an Juz 30 sekaligus kegiatan Manasik Haji siswa - siswi kelas VI, kegiatan yang digelar di SDN 107 Danau Buluh, kelurahanan Jaya Setia Kabupaten Bungo, Jum’at (05/06/2026).
Kegiatan ini menjadi momen istimewa bagi salah satu siswa kelas VI yang telah menyelesaikan program hafalan Al-Qur’an Juz 30 serta mengikuti pembelajaran praktik ibadah haji sebagai bagian dari pendidikan karakter dan pembinaan keagamaan di sekolah.
Acara berlangsung khidmat di halaman sekolah dengan dihadiri oleh kepala sekolah Sekecamatan Pasar Muara Bungo, Lurah Jaya Setia, Adi Saputra, S.Sos, Camat Pasar Muara Bungo, Haris, S.Kom, MM, korwil I kecamatan pasar, Hasan, S.Pd, M.Si dewan guru, komite sekolah, orang tua siswa, serta tamu undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dan dilanjutkan sambutan oleh kepala sekolah SDN 107, Ihksan, S.Pd, dalam sambutan beliau menyampaikan.
Alhamdulillahirabbil ‘alamin, segala puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kita dapat berkumpul pada acara yang penuh berkah ini, yaitu Wisuda Tahfiz Juz 30 serta Peragaan Manasik Haji peserta didik SDN 107.
Acara hari ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah momentum yang sangat berharga dalam perjalanan pendidikan anak-anak kita. Wisuda Tahfiz Juz 30 ini merupakan bukti nyata dari kerja keras, ketekunan, dan kesungguhan para siswa dalam menghafal Al-Qur’an. Ini adalah pencapaian yang patut kita banggakan bersama, karena Al-Qur’an adalah cahaya kehidupan yang akan membimbing mereka di dunia maupun di akhirat.
Begitu pula dengan kegiatan Peragaan Manasik Haji, yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik tentang salah satu rukun Islam. Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga mempraktikkan nilai-nilai ibadah, kedisiplinan, kesabaran, serta kebersamaan dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Saya, selaku Kepala SDN 107, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh guru pembimbing, para orang tua, serta semua pihak yang telah berperan aktif dalam mendukung kegiatan ini. Tanpa kerja sama yang baik, tentu capaian ini tidak akan terwujud dengan maksimal.
Harapan saya, semoga anak-anak kita tidak hanya berhenti pada wisuda ini saja, tetapi terus melanjutkan perjalanan mencintai Al-Qur’an, mengamalkan isi kandungannya, serta menjadikan akhlakul karimah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Demikian pula dalam pembelajaran manasik haji, semoga menjadi bekal pemahaman yang kuat hingga kelak mereka benar-benar dapat menunaikan ibadah haji di Baitullah.
Kepada para siswa, saya berpesan: teruslah belajar, jaga hafalan kalian, hormati orang tua dan guru, serta jadilah generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia ujarnya.
Dalam kegiatan manasik haji, siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari niat ihram, thawaf, sa’i antara Shafa dan Marwah, wukuf di Arafah, hingga lempar jumrah. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman nyata kepada siswa tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji sejak dini.
Sementara itu, orang tua siswa yang anaknya diwisuda Tahfiz 30 Juz tampak tidak dapat menyembunyikan rasa bangga dan haru atas pencapaian luar biasa putri nya, Banyak di antara mereka yang meneteskan air mata bahagia saat menyaksikan langsung momen sakral tersebut.
Momen paling mengharukan terjadi ketika prosesi pemasangan selempang kepada Athifa Rahmadani binti nurhidayat wisudawan Tahfiz Juz 30 berlangsung. Suasana haru semakin terasa ketika Camat Pasar Bungo Haris, S.Kom, MM, turut secara langsung memasangkan mahkota kepada salah satu siswa wisuda, sebagai simbol penghargaan atas keberhasilan menghafal Al-Qur’an Juz 30.
Dalam sambutannya, Camat Pasar Muara Bungo,
Haris, S.Kom, MM. menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada para siswa yang telah berhasil menyelesaikan Wisuda Tahfiz Juz 30 serta mengikuti kegiatan manasik haji.
Ia menegaskan bahwa pencapaian para siswa tersebut merupakan bukti nyata kesungguhan dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini. Menurutnya, kemampuan menghafal Al-Qur’an, khususnya Juz 30, bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, serta bimbingan dari para guru dan dukungan orang tua.
Selain itu, Haris juga memberikan motivasi kepada siswa-siswi yang mengikuti manasik haji agar memahami setiap rangkaian ibadah dengan baik sebagai bekal pengetahuan dan pengalaman spiritual di masa depan. Ia berharap kegiatan tersebut dapat membentuk karakter generasi muda yang religius, berakhlak mulia, dan siap menjadi penerus bangsa yang beriman dan bertakwa.
Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh pihak, baik sekolah, orang tua, maupun masyarakat, untuk terus mendukung program-program pendidikan berbasis keagamaan agar semakin banyak lahir generasi Qur’ani di Kabupaten Bungo.
Di akhir acara, prosesi wisuda tahfiz al-Qur’an dan kegiatan manasik haji ditutup dengan doa bersama, serta sesi foto bersama yang berlangsung penuh kehangatan dan kebahagiaan.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus meningkatkan hafalan Al-Qur’an serta memahami nilai-nilai ibadah dalam kehidupan sehari-hari. (DidiJP)






