• Jelajahi

    Copyright © Media Online
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Puluhan Hektar Kebun Dan Pondok Petani di Tebo Dirusak Gerombolan Gajah

    JambarPost
    10/24/2022, 12:20 WIB Last Updated 2022-10-24T09:46:48Z

     

    Jambarpost.com, tebo – Tak hanya Suku Anak Dalam di Desa Muaro Kilis Kecamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo Provinsi Jambi saja yang terkena dampak atas ulah gerombolan gajah.

    Ternyata petani yang tergabung dalam kelompok tani Sakato Jaya, Desa Lubuk Mandrasyah Kecamatan Tengah Ilir juga mengalami hal yang sama.

    Puluhan hektar kebun dan sejumlah pondok mereka porak poranda dihajar gerombolan gajah tersebut.

    “Sudah tiga bulan ini petani Sakato Jaya disibukan dengan gerombolan gajah,” kata pendamping kelompok tani Sakato Jaya, Abdullah, Senin, 24 Oktober 2022.

    Direktur WALHI Jambi ini berkata, ulah gerombolan gajah yang merusak kebun dan pondok tersebut semakin menambah beban petani.

    Dimana kata dia, di saat tanaman sawit petani sudah mulai menghasilkan (buah pasir), petani harus disibukkan lagi dengan urusan menghalau gajah, bahkan pondok pun di hajar gajah.

    Abdullah mengaku jika pihaknya bersama anggota kelompok tani Sakato Jaya telah menyampaikan masalah itu kepada pihak BKSDA Provinsi Jambi dan PIKG Muaro Sekalo.

    Penjelasan dari BKSDA Provinsi Jambi dan PIKG Muaro Sekalo, wilayah yang dikelola masyarakat adalah perlintasan gajah.

    “Masyarakat juga bertanya sejak kapan wilayah yang mereka kelola dijadikan perlintasan atau koridor gajah,” kata Abdulah.

    Sepengetahuan dia, jauh sebelum petani menanam sawit tidak pernah bertemu dengan gerombolan gajah seperti sekarang ini.

    “Kalau sekarang ini gerombolan gajah bisa sampai 17 ekor di kebun petani. Sekali berulah bisa menghabiskan (memakan) 1 sampai 2 ha sawit petani,” ungkapnya.

    “Tidak lagi di malam hari, bahkan pagi ke siang pun bisa dijumpai gerombolan gajah tersebut,” pungkas Abdullah. (een)

    Komentar

    Tampilkan