BLANTERVIO103

Banyak Motor Kecelakaan & Terperosok, Warga Keluhkan Perbaikan Jalan di Desa Muara Ketalo Mangkrak

Banyak Motor Kecelakaan & Terperosok, Warga Keluhkan Perbaikan Jalan di Desa Muara Ketalo Mangkrak
2/03/2024



Tebo JP – Sejumlah warga mengeluhkan proses perbaikan Jalan di desa muara ketalo yang berjalan lambat sejak November 2023 lalu hingga awal Februari tahun 2024.

Mereka mengeluh karena banyak kendaraan roda dua  yang mengalami kecelakaan dan terperosok di lokasi perbaikan jalan.

Fauzan, seorang warga kecamatan Tebo ilir menjelaskan, perbaikan jalan tersebut sudah berlangsung sejak November 2023. 

Namun, proyek tersebut diduga mangkrak karena sudah lebih satu bulan terakhir tidak ada aktivitas pekerja.

Alat berat yang sempat dikerahkan untuk perbaikan jalan tersebut juga sudah lama diangkut dari lokasi.sudah satu bulan lebih tidak ada aktivitas. 

“Sudah satu bulan terakhir ini mangkrak, hampir enggak ada kelanjutan. Baru sehari dua hari lalu aja kelihatan lagi orang proyeknya datang meninjau. Tapi sampai sekarang enggak ada lagi,” ujar Fauzan.

Fauzan mengungkapkan, perbaikan yang tak kunjung selesai itu menyebabkan banyak kecelakaan.

“Kita minta kepada pihak terkait jangan tutup mata, apalagi ini kan anggaran tahun 2023 lalu, jadi kalau tidak di selesaikan warga yang rugi, kita minta turun lah bidang komisi III DPR, jadi anggaran yang sudah mereka sahkan jangan sampai masyarakat yang rugi,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, kegiatan fisik  proyek tahun 2023 di Dinas PUPR kabupaten Tebo yang dikerjakan PT MTN sebagai pemenang tender,total anggaran Rp4,7 Milyar terpaksa di addendum  karena dipastikan tidak selesai tepat waktu sesuai jadwal kontrak. 

Pantauan di lokasi, tak ada satupun aktivitas kegiatan pengaspalan jalan di desa tersebut. 

Perpanjangan waktu (Addendum) tersebut diberikan oleh pihak terkait untuk pekerjaaan pemeliharaan jalan lingkungan di empat desa. Adendum ini diakui oleh Kadis PUPR Tebo, Hendri Nora.

”Ada empat paket pekerjaan jalan yang diberikan adderndum agar rekanan memiliki kesempatan kerja selama 50 hari kalender,” tutur Kadis PUPR Tebo, Hendri Nora. 

Dijelaskan dia, paket pekerjaan yang di addendum tersebut adalah pemeliharaan jalan di Desa Pelayang, Desa Muara Ketalo, Desa Sungai keruh dan penapalan. 

”Addendum diberikan 50 hari kalender tersebut dengan pemberlakuan denda dan perpanjangan masa jaminan pelaksanaan sesuai dengan ketentuan dan aturan,” tambahnya.

Hendri Nora Menambahkan, ada empat paket pekerjaan yang di addendum dengan pemberlakuan denda permil perhari.

Menurutnya alasan keterlambatan dari kontraktor pelaksana dikarenakan kondisi banjir.

”Jelang akhir tahun 2023 yang lalu memang memang curah hujan cukup tinggi,karena itulah diberikan adendum dan tetap memberlakukan denda,” pungkasnya.(ade)

Share This Article :
JambarPost

TAMBAHKAN KOMENTAR

7372650422351102218