Jambarpost.com, Bungo - Maraknya kasus perundungan/bullying yang terjadi di dalam dunia pendidikan masih menjadi permasalahan utama yang dihadapi seluruh jenjang pendidikan tidak terkecuali pada jenjang sekolah dasar. Ditambah dari adanya perkembangan teknologi yang semakin canggih membuat banyak pengaruh yang diperoleh anak-anak usia sekolah dasar yang masih labil dalam segala hal.
Mayoritas kasus perundungan/bullying yang terjadi di sekolah juga karena kurangnya edukasi tentang perundungan/bullying bagi siswa/siswi yang membuat mereka tidak sadar jika tindakan yang dilakukan tergolong dalam tindak perundungan/bullying.
Hal tersebutlah yang mendorong SDN 88 Sungai Mengkuang. kecamatan Rimbo Tengah, mengadakan kegiatan sosialisasi anti-bullying Hal ini dilakukan untuk mengenalkan dan memberikan penyuluhan mengenai dampak negatif dan bahaya dari perundungan.
Kegiatan dilakukan pada hari (Selasa 07 Maret 2026), di ruang serba guna SDN 88 Sungai Mengkuang dengan dihadiri oleh anak-anak kelas 1,2,3 4, 5, dan 6. Peserta sosialisasi sangat antusias dalam mendengarkan dan berinteraksi dengan pemateri Brigpol Ade Saputra,S.Pd.
Dalam sambutannya, Brigpol Ade Saputra, S.Pd menegaskan bahwa bullying merupakan tindakan yang tidak hanya menyakiti secara fisik, tetapi juga berdampak besar pada mental dan masa depan korban. Ia mengajak seluruh siswa untuk berani menolak segala bentuk perundungan, baik secara langsung maupun di media sosial.
“Anak-anak harus berani berkata tidak pada bullying. Jangan menjadi pelaku, dan jangan diam jika melihat teman menjadi korban. Laporkan kepada guru atau orang tua agar bisa segera ditangani,” ujar Brigpol Ade di hadapan para siswa dan dewan guru.
Ia juga menjelaskan berbagai bentuk bullying yang kerap terjadi di lingkungan sekolah, seperti ejekan, pengucilan, hingga kekerasan fisik. Menurutnya, hal-hal tersebut sering dianggap sepele, padahal dapat meninggalkan trauma berkepanjangan.
Selain itu, Brigpol Ade, S.Pd memberikan edukasi tentang pentingnya saling menghargai, menjaga pertemanan, serta membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Ia menekankan bahwa setiap siswa memiliki hak yang sama untuk belajar tanpa rasa takut.
Kepala SDN 88 Bungo Ayunina, M.Pd menyambut baik kegiatan penyuluhan tersebut. Harapan kedepan tentunya dengan adanya kegiatan seperti ini yg insyaallah akan dilakukan secara berkala,bisa mengurangi bahkan menghilangkan terjadinya bullying atau perundungan di lingkungan sekolah bagi anak - anak.
Dan anak anak akan lebih memahami resiko dari bullying itu sendiri,di kegiatan ini juga anak- anak di jelaskan apa itu bullying sebenarnya baik itu kekerasan secara fisik atau pun Lisan jadi pemahaman tentang pengertian bully itu sangat penting sekali pungkasnya. (DidiJP)




