Kobaran api yang terjadi pada dini hari tersebut mengakibatkan sedikitnya 9 rumah warga dan 1 unit ruko habis terbakar hingga rata dengan tanah. Selain itu, empat rumah lainnya turut terdampak dengan tingkat kerusakan mulai dari ringan hingga sedang.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun, dahsyatnya kobaran api membuat sebagian besar penghuni tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga. Harta benda milik warga nyaris seluruhnya ludes dan yang tersisa hanya pakaian yang melekat di tubuh.
Datuk Rio Dusun Buat, Syafi’i Sarkawi, membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan informasi awal yang diterima, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting atau hubungan arus pendek listrik.
“Total ada 14 bangunan rumah dan toko yang terdampak. Dari jumlah tersebut, 9 rumah dan 1 toko hangus terbakar hingga rata dengan tanah. Sementara empat rumah lainnya mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda, dari berat hingga ringan,” ujar Syafi’i.
Ia mengatakan, hingga saat ini jumlah kerugian akibat kebakaran belum dapat dihitung secara pasti. Pemerintah dusun bersama masyarakat masih memprioritaskan penanganan warga terdampak, termasuk membersihkan puing-puing bangunan yang terbakar.
Menurutnya, kebutuhan mendesak para korban saat ini antara lain pakaian, makanan serta tempat tinggal sementara, mengingat sebagian besar harta benda mereka tidak berhasil diselamatkan.
“Kami masih fokus membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak, seperti pakaian, makanan dan tempat tinggal sementara. Hampir semuanya habis terbakar,” katanya.
Sementara itu, Camat Bathin III Ulu, Doni Masudi, turut membenarkan adanya musibah kebakaran tersebut. Proses pemadaman dilakukan bersama oleh warga setempat dan petugas pemadam kebakaran yang berjibaku mengendalikan kobaran api hingga akhirnya berhasil dipadamkan.
Pihak terkait kini masih melakukan pendataan terhadap warga dan bangunan yang terdampak guna menentukan langkah penanganan serta bantuan selanjutnya.(DidiJP)
