Pelantikan berlangsung di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi. Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala BKD, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi serta beberapa pejabat eselon II Pemprov Jambi.
Pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni pergantian maupun pengisian jabatan. Dalam arahannya, Al Haris mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar menyadari besarnya tanggung jawab yang melekat pada jabatan mereka.
Menurut Al Haris, perkembangan teknologi dan media sosial membuat kinerja aparatur pemerintahan semakin mudah diketahui masyarakat.
“Kita dilihat oleh semua mata. Semua memantau kita, baik melalui media sosial maupun secara langsung. Karena itu bekerjalah dengan sungguh-sungguh,” ujar Al Haris.
Kepala Sekolah Dituntut Mampu Hadapi Tantangan Pendidikan
Gubernur mengatakan tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks. Tingginya harapan masyarakat terhadap kualitas pendidikan membuat kepala sekolah harus mampu menjalankan perannya secara profesional.
Tugas kepala sekolah, kata dia, tidak hanya memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan. Lebih dari itu, kepala sekolah harus mampu mengelola guru, siswa, sarana prasarana, pelayanan pendidikan hingga administrasi dan keuangan sekolah.
Kondisi tersebut semakin penting di tengah pesatnya penggunaan media sosial. Berbagai persoalan yang muncul di sekolah dapat dengan cepat diketahui dan menjadi perhatian masyarakat.
Karena itu, kepala sekolah diminta menjaga integritas, meningkatkan kualitas pelayanan serta menjalankan kewenangan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Al Haris Soroti Pengelolaan Dana BOS
Pengelolaan anggaran sekolah, termasuk dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), juga menjadi perhatian Gubernur Jambi.
Al Haris mengingatkan bahwa setiap jabatan memiliki konsekuensi dan tanggung jawab. Karena itu, penggunaan anggaran harus dilakukan secara hati-hati dan mengikuti aturan.
Ia juga menekankan bahwa tanggung jawab kepala sekolah tidak berhenti pada urusan administrasi pemerintahan. Ada pertanggungjawaban moral yang harus dipahami setiap pejabat.
“Di dunia kita punya tanggung jawab, di akhirat juga ada pertanggungjawaban. Jadi bekerjalah dengan serius agar selamat dunia dan akhirat,” tuturnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat agar jabatan kepala sekolah tidak hanya dipandang sebagai sebuah posisi, tetapi sebagai amanah yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan.
31 Kepala SMA dan SMK yang Dilantik
Sebanyak 31 kepala sekolah yang dilantik tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Jambi. Berikut daftar lengkapnya:
- Abas HS, S.Ag., M.Pd. – Kepala SMKN 7 Tanjung Jabung Barat.
- Algusri, S.Pd. – Kepala SMAN 7 Bungo.
- Afrianti, M.Pd. – Kepala SMKN 5 Tanjung Jabung Timur.
- Muhammad Ikhsan, S.Pd., M.Pd. – Kepala SMKN 3 Sarolangun.
- Eka Meinawati, M.Pd., S.Pd. – Kepala SMKN 10 Muaro Jambi.
- Rahmat Hidayat, S.Pd. – Kepala SMAN 8 Bungo.
- As’ad, SE. – Kepala SMKN 10 Merangin.
- Muhammad Subhan, S.Pd. – Kepala SMAN 4 Bungo.
- Khoirul Hadi, S.Pd.I., M.Pd. – Kepala SMAN 2 Bungo.
- Marjan, S.Pd., M.Si. – Kepala SMAN 3 Sungai Penuh.
- Dra. Ferlita Rachmi – Kepala SMKN 1 Merangin.
- Toni Hendra, S.Pd. – Kepala SMKN 5 Merangin.
- Efton Julisno, S.Pi. – Kepala SMKN 14 Merangin.
- Tri Muhammad Ali, S.Pd. – Kepala SMAN 14 Merangin.
- Edi Susanto, S.Hut. – Kepala SMKN 6 Merangin.
- Muanas, S.Pd. – Kepala SMAN 17 Merangin.
- Yulivia Indryani, SP. – Kepala SMAN 13 Merangin.
- Radias Ependi, S.Pd., M.Si. – Kepala SMAN 5 Tanjung Jabung Timur.
- Kaharuddin, S.Pi. – Kepala SMKN 2 Tanjung Jabung Timur.
- Fatmawati, S.P., M.Pd. – Kepala SMAN 7 Tanjung Jabung Timur.
- Evi Susanti, S.Pd., M.Pd. – Kepala SMAN 2 Tanjung Jabung Timur.
- Eky Putri Prasanti, S.Pd. – Kepala SMKN 11 Sarolangun.
- Indra Sakti, S.Pd. – Kepala SMKN 6 Sarolangun.
- Yeni Heriyanti, S.Pd., M.M. – Kepala SMAN 10 Sarolangun.
- Novinta, S.Pd. – Kepala SMKN 11 Muaro Jambi.
- Feri Irawan, S.Pd. – Kepala SMAN 17 Muaro Jambi.
- Lahmiur, S.Pt., M.Pd. – Kepala SMKN 5 Kerinci.
- Erwady Fandry, S.H. – Kepala SMAN 6 Kerinci.
- Kurnia Budi Gunawan, S.Pd. – Kepala SMAN 4 Batang Hari.
- Nasria, S.Ag., M.Pd. – Kepala SMKN 8 Tebo.
- Sri Wahyuni, S.Pd. – Kepala SMKN 4 Tanjung Jabung Barat.
12 Pejabat Fungsional Turut Dilantik
Selain kepala SMA dan SMK, Al Haris juga melantik 12 pejabat fungsional pada sejumlah perangkat daerah.
Mereka yakni Aliyah, S.Pd., M.Sc. sebagai Arsiparis Ahli Muda pada Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi; Mutiara Vani, Apt., S.Farm. sebagai Apoteker Ahli Muda pada Dinas Kesehatan Provinsi Jambi; dan Herry Wardono, SKM. sebagai Administrator Kesehatan Ahli Muda pada RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi.
Sementara itu, jabatan Analis Kebencanaan Ahli Muda pada BPBD Provinsi Jambi dipercayakan kepada Ismail, SE., Yazdian, SKM., Ahmadi, SE., Syafri, SH., Zulfanni, SE., dan Annis Ardianty, SE.
Selanjutnya, Amirzan, SE. dilantik sebagai Analis Kebencanaan Ahli Madya pada BPBD Provinsi Jambi.
Sedangkan Tuti Mahdalena, SKM., M.Sc. dan Ronkasiati, SKM. masing-masing dilantik sebagai Analis Kebencanaan Ahli Madya pada Dinas Kesehatan Provinsi Jambi.
Kepala Sekolah Jadi Ujung Tombak Pendidikan
Dengan dilantiknya 31 kepala SMA dan SMK tersebut, tanggung jawab baru kini berada di pundak masing-masing pejabat yang mendapat kepercayaan.
Mereka dituntut mampu memastikan tenaga pendidik menjalankan tugas dengan baik, siswa memperoleh pelayanan pendidikan yang layak, fasilitas sekolah terkelola dengan baik serta anggaran digunakan sesuai ketentuan.
Di sisi lain, kepala sekolah juga harus mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung peningkatan prestasi siswa.
Al Haris kembali mengingatkan bahwa jabatan bukan sekadar kedudukan. Terlebih kepala sekolah berhadapan langsung dengan guru, siswa, orang tua dan masyarakat.
“Semua Mata Memantau”
Salah satu pesan yang paling ditekankan Al Haris adalah keterbukaan pengawasan publik.
Saat ini masyarakat memiliki banyak saluran untuk menyampaikan informasi maupun kritik. Media sosial juga membuat berbagai persoalan dapat menyebar dalam waktu singkat.
“Kita dilihat oleh semua mata. Semua memantau kita,” tegasnya.
Karena itu, para kepala sekolah maupun pejabat fungsional diminta tidak bekerja sekadar menggugurkan kewajiban. Mereka harus mampu menunjukkan hasil kerja yang berdampak terhadap masyarakat.
Kepala sekolah diharapkan membawa perubahan positif bagi satuan pendidikan yang dipimpinnya, sementara pejabat fungsional diminta memperkuat pelayanan pemerintahan sesuai bidang keahliannya.
Pelantikan memang berlangsung dalam satu agenda. Namun setelah pengambilan sumpah dan penyerahan amanah jabatan, tanggung jawab sesungguhnya baru dimulai.
Kini masyarakat menunggu bagaimana para pejabat tersebut menjalankan tugas, mengelola kewenangan, menjaga integritas dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Jambi. (DidiJP)
