• Jelajahi

    Copyright © Media Online
    Best Viral Premium Blogger Templates

    DPRD Minta Dugaan Intimidasi terhadap Guru SD di Kota Jambi Diusut Transparan, Disdik Fokus Dampingi Korban

    JambarPost
    8/07/2026, 09:49 WIB Last Updated 2026-08-07T02:49:48Z

     


    Jambarpost.com, JAMBI – Dugaan tindakan pelecehan verbal dan intimidasi yang dialami seorang guru Sekolah Dasar (SD) di Kota Jambi mendapat perhatian dari Anggota DPRD Kota Jambi, Fahrul Ilmi. Ia meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jambi menangani persoalan tersebut secara profesional, terbuka, serta memastikan korban memperoleh perlindungan yang layak.


    Sebagai bentuk kepeduliannya, Fahrul mendatangi kediaman guru yang diduga menjadi korban pada Kamis (6/8/2026). Kunjungan itu dilakukan setelah dirinya menerima pengaduan dari suami korban, sekaligus untuk mendengarkan langsung kronologi kejadian dan mengetahui kondisi psikologis korban.


    Dari informasi yang disampaikan pihak keluarga, korban diduga mengalami perlakuan berupa pelecehan verbal dan tekanan di lingkungan kerja yang berdampak pada kesehatan mentalnya hingga mengalami trauma.


    “Sebagai wakil rakyat, saya merasa perlu datang langsung untuk mendengar penjelasan dari korban dan keluarganya agar persoalan ini tidak berhenti hanya pada laporan yang diterima,” ujar Fahrul.


    Ia juga meminta Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi segera mengambil langkah konkret dengan menemui korban serta meminta klarifikasi dari kepala sekolah tempat korban mengajar guna memperoleh gambaran yang utuh mengenai persoalan tersebut.


    Menurut Fahrul, setiap laporan yang berkaitan dengan dugaan pelecehan verbal maupun intimidasi di lingkungan pendidikan harus diproses secara serius, objektif, dan mengedepankan asas keadilan bagi semua pihak.


    “Dunia pendidikan harus menjadi ruang yang aman bagi para tenaga pendidik. Karena itu, seluruh pihak yang berkaitan perlu dimintai keterangan agar fakta yang sebenarnya dapat terungkap dan korban memperoleh perlindungan sebagaimana mestinya,” tegasnya.


    Disdik Lakukan Pendalaman


    Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Sugiyono, mengatakan pihaknya segera membentuk tim untuk melakukan pendalaman.


    Tim tersebut telah mendatangi sekolah tempat korban bertugas sekaligus mengunjungi kediaman korban guna mengumpulkan informasi dari berbagai sumber. Tim terdiri atas Kepala Dinas Pendidikan, Pengawas Pembina SDN 64 Kota Jambi, serta unsur Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).


    Selain itu, pada hari yang sama, Kamis (6/8/2026), Disdik Kota Jambi juga melakukan koordinasi dengan Komisi IV DPRD Kota Jambi guna membahas langkah penanganan kasus tersebut.


    Sugiyono menjelaskan, hasil koordinasi sementara menyepakati bahwa perhatian utama saat ini adalah memastikan kondisi psikologis korban dapat pulih terlebih dahulu sebelum proses pendalaman dilanjutkan.


    “Saat ini prioritas kami adalah pemulihan kondisi psikologis ibu guru. Mengingat yang bersangkutan masih dalam kondisi sakit, kami belum bisa memperoleh keterangan secara langsung. Namun, tim tetap bekerja mengumpulkan informasi dari berbagai pihak agar penanganan perkara ini berlangsung objektif dan menyeluruh,” jelas Sugiyono.


    Ia menambahkan, Disdik akan terus menghimpun keterangan dari seluruh pihak yang terkait sebagai dasar dalam menentukan langkah berikutnya.


    Hingga berita ini dipublikasikan, kepala sekolah yang disebut dalam laporan belum menyampaikan keterangan resmi terkait dugaan pelecehan verbal tersebut. Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Jambi menegaskan proses pendalaman masih berlangsung untuk memastikan seluruh fakta terungkap secara berimbang. (DidiJP)

    Komentar

    Tampilkan