• Jelajahi

    Copyright © Media Online
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Fauzan Soroti Dua DPRD Asal Muara Tabir: Di Mana Suara Rakyat?

    JambarPost
    8/19/2026, 08:39 WIB Last Updated 2026-08-19T01:39:02Z


    Jambarpost.com, TEBO — Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi apakah kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat di tingkat daerah.


    Aktivis Jambi, Fauzan, menyoroti dua anggota DPRD Kabupaten Tebo yang berasal dari Muara Tabir. Ia mempertanyakan sejauh mana kedua wakil rakyat tersebut selama ini menyuarakan persoalan masyarakat di daerah pemilihannya.


    Menurut Fauzan, persoalan Muara Tabir bukan hanya mengenai pembangunan fisik. Masyarakat menghadapi berbagai persoalan yang membutuhkan keberanian wakil rakyat untuk bersuara, mulai dari kondisi Jalan Betung–Pintas, akses pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, pertanian, ekonomi masyarakat, hingga persoalan pelayanan perbankan.


    Salah satu yang menjadi sorotan adalah persoalan yang pernah mencuat di Bank Mandiri KCP Muara Tabir, yang menurut Fauzan semestinya menjadi perhatian serius wakil rakyat ketika masyarakat menyampaikan keluhan.


    «“Ketika masyarakat menghadapi persoalan di daerahnya, di mana suara wakil rakyat? Ketika ada persoalan pelayanan perbankan di Muara Tabir, apakah dua anggota DPRD yang berasal dari sana pernah tampil secara terbuka menyuarakan kepentingan masyarakat?” ujar Fauzan.»


    Fauzan menegaskan, kritik tersebut bukan berarti menuduh kedua anggota DPRD tidak bekerja. Namun, menurutnya, kinerja wakil rakyat harus bisa dilihat dan dirasakan masyarakat, terutama ketika terjadi persoalan yang menyentuh kepentingan publik.


    «“Kami tidak mengatakan mereka tidak bekerja. Tetapi pertanyaan publik sederhana: kasus apa yang pernah mereka kawal? Persoalan masyarakat mana yang pernah mereka bawa secara terbuka? Apa hasil perjuangannya?”»


    Ia juga menyinggung kondisi Jalan Betung–Pintas yang masih menjadi persoalan masyarakat. Menurutnya, jalan tersebut bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi berkaitan langsung dengan ekonomi, pendidikan, kesehatan, distribusi hasil pertanian dan mobilitas warga.


    Fauzan menilai, wakil rakyat yang berasal dari daerah tersebut seharusnya memiliki kepekaan lebih tinggi terhadap persoalan lokal.


    «“Jangan sampai ketika masyarakat membutuhkan suara wakilnya, yang terdengar justru suara sunyi. Padahal mereka dipilih bukan untuk menjadi penonton pembangunan, tetapi menjadi bagian dari perjuangan masyarakat.”»


    Ia meminta kedua anggota DPRD Kabupaten Tebo tersebut terbuka kepada publik mengenai apa saja yang telah diperjuangkan selama menjabat.


    Berapa persoalan masyarakat yang sudah dikawal? Berapa aspirasi yang sudah dibawa ke DPRD? Berapa anggaran yang berhasil diperjuangkan? Dan apa hasil konkretnya untuk Muara Tabir?


    Menurut Fauzan, pertanyaan tersebut sangat wajar disampaikan masyarakat, terlebih pada momentum kemerdekaan.


    «“Kemerdekaan bukan hanya soal merah putih berkibar. Kemerdekaan juga tentang keberanian rakyat bertanya kepada orang yang mereka pilih. Kalau rakyat punya masalah, wakilnya harus hadir. Kalau rakyat tidak didengar, lalu kepada siapa mereka harus mengadu?”»


    Fauzan berharap kritik ini menjadi evaluasi, bukan sekadar polemik. Ia mendorong kedua anggota DPRD asal Muara Tabir untuk lebih aktif menyerap aspirasi dan menunjukkan keberpihakan melalui kerja yang dapat diukur.


    “Kami tidak meminta mereka menjadi pahlawan. Kami hanya meminta mereka menjalankan mandat. Karena suara rakyat tidak berhenti di kotak suara—suara itu harus terus diperjuangkan setelah kursi DPRD diduduki.” (DidiJP/Fauzan)

    Komentar

    Tampilkan