Jambarpost.com, Merangin — Kondisi memprihatinkan sebuah jembatan gantung di Desa Simpang Limbur, Kecamatan Pamenang Barat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, kembali menjadi sorotan. Jembatan yang menjadi akses penting bagi masyarakat itu dilaporkan nyaris mencelakakan sebuah ambulans yang tengah melintas.
Peristiwa tersebut terjadi pada 13 September 2026. Rekaman kejadian kemudian beredar luas di media sosial dan kembali menjadi perhatian publik setelah diunggah pada Jumat (25/9/2026).
Dalam video yang beredar, ambulans terlihat berusaha melintasi jembatan gantung dengan kondisi lantai yang mengalami kerusakan. Sejumlah papan tampak lapuk, rapuh dan berlubang, sehingga kendaraan harus melintas dengan sangat hati-hati.
Kondisi tersebut dinilai sangat mengkhawatirkan mengingat jembatan bukan hanya digunakan sebagai akses aktivitas masyarakat, tetapi juga menjadi jalur penting dalam situasi darurat, termasuk untuk mobilisasi kendaraan ambulans.
Warga menilai kondisi jembatan yang rusak dapat membahayakan pengendara maupun masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan secara cepat.
Keprihatinan warga pun disampaikan melalui pesan terbuka yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia. Mereka meminta pemerintah segera memberikan perhatian terhadap kondisi jembatan tersebut.
“Kendaraan penyelamat nyawa terjebak dan hampir jatuh di jembatan yang rusak parah. Papan lantai sudah rapuh, bolong dan tidak layak dilalui. Padahal ini jalan satu-satunya warga, jalan darurat kesehatan,” tulis warga dalam pesan yang beredar di media sosial.
Warga juga mempertanyakan bagaimana masyarakat dapat memperoleh pertolongan medis dengan cepat apabila kendaraan ambulans sendiri kesulitan melintasi akses tersebut.
“Kalau ambulans saja tidak bisa lewat dengan selamat, bagaimana nasib pasien yang membutuhkan pertolongan cepat?” lanjut pesan tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera melakukan pengecekan terhadap kondisi jembatan di Desa Simpang Limbur. Mereka meminta kerusakan tidak hanya ditangani secara sementara, tetapi dapat dilakukan perbaikan secara menyeluruh agar akses masyarakat kembali aman digunakan.
Warga juga berharap pemerintah dapat memastikan jalur tersebut tetap dapat dilalui kendaraan darurat, khususnya ambulans, sehingga kondisi infrastruktur tidak menjadi hambatan ketika masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan.
Desakan tersebut menjadi perhatian serius karena kerusakan fasilitas umum yang dibiarkan berlarut-larut berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, terutama ketika jembatan digunakan dalam kondisi darurat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pemerintah daerah terkait kondisi terkini jembatan maupun rencana penanganan terhadap kerusakan tersebut.(DidiJP)
