• Jelajahi

    Copyright © Media Online
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kota Jambi Kembali Diselimuti Kabut Asap, Begini Kondisi Udara Terbarunya

    JambarPost
    9/27/2026, 12:37 WIB Last Updated 2026-09-27T05:37:03Z

    Jambarpost.com, Jambi - Kabut asap kembali menyelimuti KOTA JAMBI. Setelah sempat membaik dalam beberapa hari terakhir, kondisi udara kembali menjadi perhatian warga pada akhir pekan ini.


    Pemantauan kualitas udara IQAir menunjukkan kondisi udara Jambi pada pukul 07.00 WI  berada dalam kategori sangat tidak sehat.


    Data tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan kualitas udara di tengah musim karhutla masih belum sepenuhnya berakhir.

    Kondisi ini juga terlihat dari kabut asap yang kembali menebal di sejumlah kawasan Kota Jambi pada Sabtu 26 September 2026.


    Berdasarkan pemantauan IQAir, kualitas udara Jambi saat ini berada pada kategori Sangat Tidak Sehat.


    Data IQAir merupakan pemantauan kualitas udara secara real-time sehingga angkanya dapat berubah mengikuti kondisi cuaca, arah angin, konsentrasi partikulat dan sumber polusi di sekitar wilayah tersebut.


    Kondisi tersebut menjadi perhatian karena masyarakat Kota Jambi masih menghadapi persoalan kabut asap yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan.


    IQAir sendiri dalam laporan terbarunya mengenai kebakaran hutan dan lahan di Indonesia menyebut asap dari kebakaran dapat berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.


    Kembalinya kabut asap menjadi perhatian setelah kondisi udara sempat mengalami perbaikan.


    Pada pagi ini, kabut asap kembali terlihat menyelimuti sejumlah kawasan Kota Jambi. Kondisi tersebut kemudian diikuti kembali memburuknya indikator kualitas udara yang dipantau melalui IQAir.


    Sebelumnya, kondisi kualitas udara Jambi juga sempat berada pada level yang cukup tinggi. Pada 26 September malam, pemantauan IQAir yang diberitakan mencatat AQI Jambi mencapai 251 masuk kategori sangat tidak sehat.


    Perubahan angka tersebut menunjukkan bahwa kualitas udara dapat bergerak naik atau turun dalam waktu relatif singkat.


    Karena itu, masyarakat perlu melihat pembaruan kualitas udara secara berkala, bukan hanya berdasarkan kondisi pada satu waktu tertentu.

    Kondisi udara yang tidak sehat terutama perlu menjadi perhatian bagi kelompok masyarakat yang lebih sensitif terhadap polusi udara.


    Aktivitas di luar ruangan dapat disesuaikan dengan kondisi kualitas udara. Ketika konsentrasi polutan meningkat, masyarakat juga dapat menggunakan masker dan mengurangi aktivitas luar ruangan yang tidak diperlukan.


    Kondisi udara juga perlu menjadi perhatian bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap kualitas udara.


    Namun, angka AQI dari IQAir perlu dibaca sebagai data pemantauan kualitas udara dari platform tersebut, bukan disamakan secara langsung dengan ISPU resmi pemerintah Indonesia.


    Munculnya kembali kabut asap tidak bisa dilepaskan dari situasi kebakaran hutan dan lahan yang masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Sumatera.


    IQAir dalam laporan khususnya mengenai kebakaran hutan dan lahan Indonesia pada September 2026 mencatat dampak kebakaran terhadap kualitas udara dan penyebaran asap di sejumlah wilayah.


    Di Jambi sendiri, penanganan karhutla masih menjadi pekerjaan bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, perusahaan dan masyarakat.


    Kondisi tersebut membuat perkembangan cuaca dan kualitas udara menjadi dua hal yang terus dipantau.


    Bagi warga Jambi, satu hal yang kini kembali menjadi perhatian adalah udara yang setiap hari dihirup.


    Ketika kabut asap kembali terlihat dan indikator kualitas udara kembali berada pada kategori tidak sehat, kewaspadaan menjadi penting sambil menunggu kondisi atmosfer dan sumber asap kembali terkendali. (DidiJP)

    Komentar

    Tampilkan