• Jelajahi

    Copyright © Media Online
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Ribut Di Posko Lembah Masurai, Ini Beda Pejelasan Camat dan Kades

    JambarPost
    5/07/2020, 22:47 WIB Last Updated 2020-05-07T15:54:12Z

    Jambarpost.com,Merangin& Pemeriksaan kenderaan dan penumpang di Posko Covid-19 Kecamatan Lembah Masurai diwarnai inseden ribut mulut antara petugas Posko dengan salah satu pengemudi mobil bernama Anton, Kepala Desa Tanjung Mudo, Kecamatan Jangkat Timur, sekitar pukul 13.00 WIB Kamis (7/5/2020).

    Dalam rekaman video berdurasi 43 detik yang diterima media ini terlihat Anton dan petugas posko saling adu mulut, untungnya insiden ini tidak berlangsung lama, karena terlihat sejumlah orang melerai kejadian tersebut.

    Camat Lembah Masurai, Lubis, selaku ketua tim penanganan Covid-19 di Lembah Masurai, 
    membenarkan kejadian ini. Menurut dia, kejadian bermula saat mobil jenis avanza yang dibawa oleh 
    Anton, diberhentikan oleh petugas posko. Setelah itu, Anton diminta untuk menunjukan KTP dan 
    melakukan uji suhu tubuh.

    “Setelah di cek indentitas dan suhu tubuhnya, Kades ini (Anton) lalu ditanya sama petugas, didalam mobil ada siapa saja, dia mengatakan hanya dia sendirian,” kata Lubis, pada media ini.

    Namun petugas curiga, melihat mobil yang di parkir di pinggir jalan bergoyang, setelah ditanya lagu baru 
    lah Anton mengaku bahwa ada orang dari Desanya dalam mobil.

    “Petugas minta yang dalam mobil turun dan turut di periksa, tapi Kades ini tidak mau, alasannya itu adalah orang dusunnya dan menjadi tanggung jawab dia, dari itulah bermula terjadi adu mulut antara Anton dan petugas,” kata Lubis.

    Sementara di lain pihak Anton saat dibincangi lewat sambungan hanphone turut membenarkan inseden tersebut, kendati demikian dia membantah apa penjelasan dari Camat Lembah Masurai, dia mengatakan, saat melintas di Lembah Masurai dia diberhentikan oleh petugas Posko Covid-19. 

    Setelah turun dari mobil dia mendatangi dua orang wanita yang bertugas di Posko tersebut, “Sayo datang petugas wanita, satu wanita berjilbab satunya lagi tidak berjilba, Sayo juga ditegur 
    dengan ramah oleh wanita itu untuk memasang masker yang kebetulan posisinya di dagu sayo, kemudian minta KTP dan uji suhu tubuh, bahakan dua kali sayo cek suhu tubuh,” jelasnya.

    Setelah itu datang lagi satu petugas, menanyakan kepada Anton di dalam mobil ada siapa saja dan diminta turun untuk memperlihatkan KTP dan cek suhu tubuh, nanun saat itu Anton meminta tidak perlu diperiksa karena tiga orang didalam mobil adalah orang desanya.

    “Petugas itu dengan nada tinggi langsung bilang, pokoknya suruh turun periksa dulu, kami ini sudah 
    capek jaga di posko ini tahu dak kau,” kata Anton menirukan ucapan petugas tersebut,“ Lalu sayo jawab, abang dak perlu ngomong capek sebagai abdi Negara, kareno sayo jugo abdi Negara,” 
    sayo jawab.

    Namun datang lagi satu petugas dengan marah marah sambil membawa edaran Bupati Merangin terkait dengan pecengahan Covid-19, seraya menyodorkannya kedepan muka Anton,
    “Kurang dari 50 cm dari muko sayo, petugas itu bilang kau baco ini nah, melihat gayanyo yang sedikit 
    agak marah sayo terpancing emosi jugo jadinyo,” jelas Anton.

    Anton berharap agar petugas yang bertugas di Posko covid-19 berlaku lemah lembut dalam memeriksa 
    identitas setiap pengedara yang melintas, karena orang yang mereka periksa adalah masyarakat dengan 
    berbagai latar pendidikan.

    “Kalau lemah lembut seperti yang wanita itu dak mungkin orang emosi, kalau marah marah seperti itu wajar orang melawan, lembah lebut lah, karena kita ini bukan pelaku kriminal, tapi pemeriksaan kesehatan,” harapnya.(*)
    Komentar

    Tampilkan