• Jelajahi

    Copyright © Media Online
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Waduh, Minyak Goreng di Tebo Sudah Dua Minggu Kosong

    JambarPost
    2/25/2022, 12:45 WIB Last Updated 2022-02-25T05:45:39Z

     

    Jambarpost.com, Tebo- Minyak goreng di Kabupaten Tebo kosong sejak 2 minggu yang lalu.


    Hal itu disampaikan oleh salah satu pembeli minyak goreng Ari Nugroho.

    Ari Nurgroho saat diwawancari wartawan Tribunjambi.com mengatakan meminta kepada pemerintah agar ditindaklanjuti persoalan kelangkaan minyak goreng di Kabupaten Tebo.

    “Tolong kepada Pemerintah agar bisa menstabilkan minyak goreng, agar tetap ada di pasar-pasar, sekarang payah bang, minyak goreng langkah di Kabupaten Tebo,” ujarnya Rabu (23/2/2022).

    Ari Nugroho mengakui sudah berkeling di Kota Tebo untuk mencari minyak goreng, namun dirinya tidak menemukan minyak goreng.

    “Sudah ke Alfamarart, Indomaret dan Mini Maret tidak ada minyak goreng disana,” katanya.

    Kemudian ia menjelaskan stok minyak goreng kosong sudah sekitar dua minggu di Kabupaten Tebo.

    Selanjutnya ia juga menambahkan jika ada oknum yang menimbun minyak goreng tolong ditindak tegas agar masyarakat tidak ke susahan untuk mencari minyak goreng.

    Sementara itu Leni salah satu pedagang Pasar Lebak Bungur mengatakan, minyak goreng di Kabupaten Tebo sudah kosong sejak dua minggu yang lalu.

    Selanjutnya ia menjelaskan biasnya ia juga membeli minyak goreng diagen namun untuk saat ini agen juga kekosangan minyak goreng.

    “Sudah sejak dua minggu kami tidak mendapatkan minyak goreng bang, bahkan kami yang pedangang, untuk masak keperluan dirumah juga susah,” katanya.

    Selanjutnya ia menjelaskan, sebelumnya ia menjual minyak merek rose brand seharga Rp 11 ribu untuk setengah liter, sedangkan yang satu liter Rp 22 ribu.

    Kemudian merek tawon setengah liter Rp 10 ribu. Sedangkan yang sekilo Rp 18 ribu.

    Kemudian Leni berharap agar Pemerintahan melakukan pemerataan minyak goreng agar minyak goreng tidak putus di Kabupaten Tebo.

    “Sekarang kalau putus juga berdampak sama pedagang, kami jual bumbu juga perlu minyak, kalau minyak kosong, macam mano nak numis bumbu, yang jelas ibu dirumah pun juga butuh minyak goreng untuk masak” terangnya.(een)

    Komentar

    Tampilkan