Jambarpost.com, BUNGO – Upaya Pemerintah Kabupaten Bungo untuk mempertahankan dan memperkuat layanan penerbangan Batik Air rute Jakarta–Muara Bungo terus mendapat respons positif dari berbagai pihak. Kali ini, dukungan nyata datang dari kabupaten tetangga yang berada di wilayah barat Provinsi Jambi sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan dukungan bersama oleh Pemerintah Kabupaten Sarolangun, Merangin, dan Tebo yang dilaksanakan di Bandung, Jawa Barat, Senin (8/6/2026). Penandatanganan itu disaksikan langsung oleh Gubernur Jambi, Al Haris, serta Bupati Bungo, Dedy Putra.
Langkah tersebut dinilai menjadi momentum penting dalam memastikan keberlanjutan penerbangan Batik Air yang melayani rute langsung Jakarta–Muara Bungo. Kehadiran maskapai nasional itu tidak hanya menjadi kebutuhan masyarakat Kabupaten Bungo, tetapi juga masyarakat dari daerah sekitar yang selama ini membutuhkan akses transportasi udara yang cepat, aman, dan efisien menuju ibu kota negara.
Bupati Bungo Dedy Putra menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jambi dan para kepala daerah yang telah menunjukkan dukungan konkret terhadap pengembangan sektor transportasi udara di wilayah barat Jambi.
Menurut Dedy, dukungan dari Kabupaten Sarolangun, Merangin, dan Tebo menunjukkan bahwa keberadaan Bandara Muara Bungo bukan hanya menjadi aset Kabupaten Bungo semata, melainkan juga menjadi gerbang transportasi udara yang melayani kebutuhan masyarakat lintas kabupaten.
“Hadirnya komitmen nyata dari Pemkab Sarolangun, Merangin, dan Tebo merupakan angin segar bagi pengembangan konektivitas wilayah. Dengan adanya penerbangan reguler Batik Air ke Jakarta, akses masyarakat, pelaku usaha, investor, dan birokrasi menjadi lebih cepat dan efisien,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa akses penerbangan langsung ke Jakarta memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat serta mempercepat arus investasi dan perdagangan. Selama ini, masyarakat dari wilayah barat Jambi harus menempuh perjalanan darat yang cukup panjang untuk menuju bandara lain sebelum terbang ke Jakarta.
Dengan beroperasinya Batik Air melalui Bandara Muara Bungo, waktu perjalanan dapat dipangkas secara signifikan sehingga memberikan keuntungan besar bagi dunia usaha, sektor pemerintahan, maupun masyarakat umum.
“Transportasi udara bukan hanya soal perjalanan, tetapi juga menjadi salah satu faktor utama yang menentukan daya saing daerah. Ketika akses semakin mudah, maka peluang investasi, perdagangan, dan pertumbuhan ekonomi juga akan semakin terbuka,” tambahnya.
Keberadaan rute penerbangan langsung tersebut diyakini akan memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor strategis, mulai dari perkebunan, pertambangan, perdagangan, jasa, hingga pariwisata. Kemudahan akses transportasi diyakini mampu mendorong masuknya investor baru sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain itu, sinergi antar pemerintah daerah ini juga mempertegas posisi Kabupaten Bungo sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah barat Provinsi Jambi. Dukungan dari daerah sekitar menunjukkan bahwa Bandara Muara Bungo memiliki peran penting sebagai simpul konektivitas regional yang menghubungkan sejumlah kabupaten dengan pusat bisnis dan pemerintahan nasional.
“Sinergi ini mempertegas posisi strategis Kabupaten Bungo sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang terhubung dengan berbagai daerah dan pusat bisnis nasional,” kata Dedy Putra.
Dukungan yang diberikan oleh Sarolangun, Merangin, dan Tebo juga diharapkan mampu meningkatkan tingkat keterisian penumpang (load factor) penerbangan Batik Air sehingga keberlangsungan rute Jakarta–Muara Bungo dapat terus terjaga dalam jangka panjang.
Kesepakatan tersebut menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Bungo dalam membangun konektivitas wilayah, memperkuat kerja sama antar daerah, serta membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat dan dunia usaha. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, penerbangan Batik Air di Bandara Muara Bungo diharapkan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi kawasan dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah barat Provinsi Jambi. (DidiJP)

