• Jelajahi

    Copyright © Media Online
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Puluhan Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, SDN 23/VIII Tuo Ilir Tebo Belajar dalam Kondisi Memprihatinkan

    JambarPost
    9/16/2026, 16:27 WIB Last Updated 2026-09-16T09:27:23Z

    Jambarpost.com, Tebo – Kondisi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 23/VIII Desa Tuo Ilir, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, hingga kini masih memprihatinkan. Sejumlah bagian bangunan sekolah mengalami kerusakan dan telah berlangsung selama puluhan tahun.

    Pantauan di lokasi, Rabu (16/9/2026), kerusakan terlihat cukup parah, terutama pada bagian atap dan plafon ruang kelas III hingga kelas VI. Sedikitnya empat ruang kelas mengalami kebocoran yang cukup mengganggu aktivitas belajar mengajar.

    Saat hujan turun, air masuk melalui bagian atap yang rusak hingga menggenangi lantai kelas. Kondisi tersebut membuat siswa dan guru harus menyesuaikan posisi meja serta kursi agar tidak terkena tetesan air.

    Situasi ini tentu membuat proses pembelajaran tidak berjalan maksimal. Bahkan ketika hujan deras, kegiatan belajar harus dilakukan dengan kondisi ruang kelas yang tidak nyaman dan penuh kewaspadaan.

    Salah seorang guru SDN 23/VIII, Oyon Suryadi, mengatakan kerusakan bangunan sekolah sudah berlangsung cukup lama dan membutuhkan penanganan serius.

    Menurutnya, selain persoalan atap yang bocor, kondisi plafon yang sudah lapuk juga menjadi perhatian pihak sekolah karena dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik.

    Khawatir Plafon Ambruk

    Pihak sekolah mengaku waswas jika material plafon yang sudah rusak tersebut tiba-tiba runtuh ketika kegiatan belajar sedang berlangsung.

    Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, para guru berupaya melakukan perbaikan secara mandiri menggunakan bahan dan kemampuan yang tersedia. Namun, upaya tersebut hanya bersifat sementara dan belum mampu mengatasi kerusakan secara menyeluruh.

    Pihak sekolah juga disebut telah berulang kali mengusulkan perbaikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo. Proposal pengajuan bantuan telah disampaikan, namun hingga saat ini belum terealisasi.

    Kondisi tersebut membuat pihak sekolah berharap adanya perhatian lebih serius dari Pemerintah Kabupaten Tebo, khususnya terhadap kelayakan sarana dan prasarana pendidikan.

    Mereka juga berharap pemerintah turun langsung ke SDN 23/VIII Tuo Ilir untuk melihat kondisi bangunan secara nyata, sehingga kebutuhan perbaikan dapat segera ditindaklanjuti.

    Sebab, kelayakan ruang belajar menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang kenyamanan dan keselamatan siswa serta guru selama proses pendidikan berlangsung. (DidiJP)


    Komentar

    Tampilkan