Jambarpost.com, Tebo- Upaya memerangi sikap apatis di lingkungan Pendidikan ditunjukkan oleh keluarga besar SDN 195/VIII Wirotho Agung, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.
Jika biasanya perbaikan fasilitas Sekolah diserahkan kepada tenaga tukang, kali ini sebanyak 20 orang dewan Guru di bawah komando Kepala Sekolah Yudi Erawan, S.Pd, turun langsung melakukan pengecatan dan penataan Sekolah secara gotong royong. Aksi kolaboratif ini terekam dalam video berdurasi 24 detik dengan tajuk _"Today Activity - The Collaborative Effort Of The Teachers"_.
Dalam video tersebut, terlihat para Guru laki-laki dan perempuan bahu-membahu mengecat berbagai sudut Sekolah yang mulai kusam. Mulai dari pengecatan ulang papan nama Perpustakaan, pilar koridor yang dicat kombinasi kuning-hijau, lis jendela kelas warna biru-oranye, hingga dinding lorong yang kini tampak hijau segar dan mengkilap.
Kepala SDN 195/VIII Wirotho Agung, Yudi Erawan, S.Pd, saat dikonfirmasi pada jumat (09/10/2026) membenarkan kegiatan tersebut merupakan program internal untuk membangun budaya kolaboratif dan mencegah penyakit apatis.
"Penyakit terbesar di Sekolah itu bukan gedung yang rusak, tapi rasa apatis. Sikap cuek, menunggu perintah, dan merasa bukan tanggung jawab saya. Itu yang kami lawan. Kalau guru apatis, siswa akan meniru," ujar Yudi.
Menurutnya, kolaborasi adalah obat paling efektif. Dengan konsep _"Sekolah Kita, Tanggung Jawab Kita"_, pihaknya tidak lagi menyewa tukang, melainkan mengerjakan sendiri secara bersama-sama usai jam mengajar.
"Lebih hemat anggaran, lebih cepat selesai, dan yang paling penting, kekompakan terbangun. Lelahnya bersama, bangganya juga bersama. Ini adalah pendidikan karakter secara langsung, Guru memberi teladan, bukan hanya menyuruh," jelasnya.
Yudi menambahkan, dampak dari gerakan ini sangat signifikan. Lingkungan Sekolah yang sebelumnya terlihat kusam kini menjadi lebih cerah, bersih, dan nyaman. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan betah belajar siswa dan kebanggaan orang tua terhadap Sekolah.
"Kami ingin membangun _sense of belonging_. Sekolah ini adalah rumah kedua kami. Perubahan besar tidak butuh hal mahal, cukup kuas kecil yang dipegang bersama-sama," pungkasnya.
Aksi gotong royong ini menjadi contoh nyata implementasi Profil Pelajar Pancasila, khususnya nilai gotong royong dan kreatif, yang dimulai dari keteladanan para Pendidik.
*Penulis: Humas SDN 195/VIII Wirotho Agung*
#SDN195WirothoAgung #RimboBujang #Tebo #GotongRoyongGuru #LawanApatis #PendidikanJambi #KolaborasiGuru #Sekolah Bergerak
