• Jelajahi

    Copyright © Media Online
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Puskesmas Alai Ilir Sosialisasi TB di Desa Rantau Kembang

    JambarPost
    9/27/2019, 21:57 WIB Last Updated 2019-09-27T14:57:15Z


    Muaratebo Jp- Untuk mencegah penyakit TBC yang sulit diberantas di masyarakat karena minimnya pengetahuan masyarakat mengenai penyakit ini UPT Puskesmas Alai Ilir Kecamatan Rimbo Ilir mengadakan sosialisasi penyakit TB.

    Acara ini dilaksanakan di Gedung Aula  Desa Rantau Kembang Kecamatan Rimbo Ilir, Selasa (24-09-2019). Dihadiri oleh Kepala Desa Rantau Kembang Kusmedi, Camat Rimbo Ilir Ilir atau yang mewakili ibuk Maryanti, Kepala UPT Puskesmas Alai Ilir dr. Leni Marlina, Duta TB Paru-paru pak Suyoto, Dokter Puskesmas, Staff Puskesmas, Kader Kesehatannya dan Babinkamtibmas Rimbo Ilir Iptu Dadan Juanda serta Masyarakat Desa Rantau Kembang.

    Acara Sosialisasi ini dibuka langsung Kepala Desa Rantau Kembang Kusmedi, dalam sambutannya beliau menghimbau kepada warganya untuk waspada dengan penyakit ini, karena penyakit ini penularannya sulit dideteksi dan penyebaran virus ini sangat sulit dihindari.

    Kepala Desa juga menghimbau, bila ada warga tanda-tanda gejala teserang TBC segera mengecek ke Puskesmas agar bisa mengetahui warganya yang terserang penyakit tersebut."imbuhnya

    Dalam  sambutannya Duta TB Paru-paru Pak Suyoto, menceritakan pengalaman di Tahun 1995 selama terkena penyakit TB, saya selalu rutin minum obat dan selalu cek setiap dua Minggu sekali ke Puskesmas, dan mengikuti saran Dokter.

    "Karena penyakit TB bisa di sembuhkan, asal yang mempunyai penyakit tersebut disiplin mengikuti saran dokter dan berprilaku hidup bersih dan sehat agar terhindar dari segala penyakit sesuai dengan aturan yang di berikan oleh Dokter."terangnya


    Kepala  UPT Puskesmas Alai Ilir dr. Leni Marlina menghimbau, agar masyarakat dapat mewaspadai akan penularan penyakit TB ini.Bila ada satu warga terinfeksi penyakit TB segera untuk diajak berobat mengecek sample dahaknya untuk mengetahui si penderita positif atau negatif terserang TB.

    Apabila ada warga yang positif terserang, maka pasien tersebut diharapkan berobat tuntas selama  6 bulan minum obat secara rutin sampai dinyatakan sembuh oleh tenaga kesehatan. Karena apabila penderita tidak sampai tuntas minum obat dan sakit semakin parah, maka kematian yang akan jadi ancamannya. Seperti kita tahu, Penyakit TB ini masih merupakan penyakit nomer tiga mematikan di Indonesia.
     

    Harapan kami sosialisasi ini masyarakat dapat memahami apa itu penyakit TBC dan mengurangi sentimen masyarakat Desa bahwa penyakit TB itu adalah penyakit guna-guna atau kutukan. Dan kami mengaharapkan penyakit ini tuntas untuk Indonesia Sehat.(ade)

    Komentar

    Tampilkan