• Jelajahi

    Copyright © Media Online
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Anak Gajah Ditemukan Mati di Kebun Warga Tebo

    JambarPost
    9/03/2022, 17:07 WIB Last Updated 2022-09-03T10:07:20Z

     

     jambarpost.com, tebo – Seekor gajah Sumatera jenis kelamin jantan berusia lima tahun mati di kebun karet milik warga di Desa Suo-Suo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

    Hewan dengan nama latin elephas maximus Sumatranus ini ditemukan mati pada Minggu, 28 Agustus 2022 lalu.

    Saat ini tim dari BKSDA Jambi telah melakukan nekropsi oleh dokter hewan dengan mengambil sejumlah organ tubuhnya untuk mengetahui penyebab kematiannya.

    Keterangan resmi yang diterima dari BKSDA Jambi, Jumat, sejumlah organ tubuh gajah jantan muda itu yang diambil sampelnya adalah organ dalam yang terdiri dari limpa, paru, usus, isi usus, hati dan jantung yang selanjutnya sampel organ dikirim ke Pusat Studi Satwa Primata Bogor untuk dianalisa histopatologi dan toksikologi untuk mengetahui penyebab kematiannya.

    Kejadian matinya gajah itu dilaporkan oleh warga Sumay dan kemudian petugas PIKG Tebo Resort Konservasi Wilayah Tebo BKSDA Jambi yang mendapatkan laporan dari masyarakat langsung turun kelokasi dan menemukan bangkai gajah muda itu.

    Berdasarkan keterangan saksi yang melihat gajah pada Minggu 28 Agustus lalu melihat gajah mati yang sudah berbau yang kemudian dilaporkan dan pada hari yang sama petugas PIKG melakukan verifikasi laporan tersebut dan menemukan gajah yang mati Desa Suo suo, yang merupakan kawasan APL.

    Sesuai tracking dengan GPS collar, pada beberapa hari terakhir posisi kelompok Gajah yang berada di sekitar lokasi kejadian adalah kelompok gajah Ginting, Mutiara dan Quin.

    Menindaklanjuti informasi tersebut pada tanggal 30 Aguatus 2022 BKSDA Jambi menugaskan tim yang terdiri dari Polhut dan dokter hewan bersama dengan FZS dan Masyarakat Mitra Konservasi (MMK) untuk melakukan pengecekan lapangan dan pengumpulan informasi.

    Dari hasil pengamatan dokter hewan gajah diperkirakan telah 4 hari mati.

    Pada tubuh gajah tidak ditemukan adanya indikasi luka lebam, luka sayat dan luka yang lainnya di bagian luar tubuh satwa gajah. 

    Satwa gajah berjenis kelamin jantan dengan perkiraan usia 5 tahun tidak ditemukan gading.

    Selanjutnya dilakukan nekropsi oleh dokter hewan dan dilakukan pengambilan sampel organ dalam yang terdiri dari limpa, paru, usus, isi usus, hati dan jantung.

    Selanjutnya sampel organ dikirim ke Pusat Studi Satwa Primata Bogor untuk dianalisa histopatologi dan toksikologi untuk mengetahui penyebab kematiannya.

    Gajah Sumatera merupakan satwa dilindungi berdasarkan PP 7/2019 dan Peraturan Menteri 106/2018 dan di alam sehingga diperlukan Kepedulian dan partisipasi para pihak dalam upaya penyelamatannya.

    Saat ini terdapat 90 sampai dengan 120 ekor gajah yang berada di habitat alaminya di bentang Alam Bukit Tigapuluh.

    BKSDA Jambi mengingatkan bagi masyarakat yang tinggal pada habitat gajah agar tidak menggunakan bahan-bahan yang membahayakan gajah dan satwa liar lainnya dan berharap di kesempatan yang akan datang tidak ada lagi kematian gajah liar yang disebabkan oleh sebab-sebab tidak alamiah.(ade)

    Komentar

    Tampilkan