• Jelajahi

    Copyright © Media Online
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Ribuan Anggota Asosiasi Sopir Tuntut Angkutan Batu Bara Dari Bungo ke Sumbar dan Sarolangun ke Bengkulu Juga Distop

    JambarPost
    1/12/2024, 14:18 WIB Last Updated 2024-01-12T07:18:17Z


    Bungo Jp– Seribuan anggota asosiasi supir dari Komunitas Supir Batu Bara (KS Bara) Jambi berunjuk rasa di depan Rumah Dinas Gubernur Jambi.

    Aksi dilakukan pada Senin (8/1) dari pagi hingga siang hari.

    Selain tuntutan utama membuka jalan nasional untuk untuk angkutan batu bara, massa menuntut keadilan agar Gubernur berlaku adil. Meminta angkutan batu bara dari Bungo menuju Sumatera Barat dan Sarolangun menuju Bengkulu juga dihentikan.

    Kami ribuan supir ini meminta 2 hal,  kalau memang mau dibuka jalan nasional, buka lah cepat. Dan kalau mau ditutup, tutup lah sekalian. Konsekuensinya kan kalau sudah ada keputusan itu kita pulang lah, kalau memang sudah ada keputusan 2 itu,” kata Ketua KS Bara Jambi Tursiman.

    Tursiman mengakui jika pemerintah provinsi menutup seluruh angkutan tambang batu bara, para sopir akan mencari pekerjaan lain. 

    “Kalai benar-benar tutup kami nyari kerja lain, dak mungkin kami ini tak makan. Kami masih bisa, masih punya tenaga,” ujarnya. 

    Yang tak kalah penting, mereka menuntut keadilan.

    “Ini masalahnya keadilan, masalah di sungai boleh, tahu-tahu di darat tidak boleh, yang ke Bengkulu boleh, jadi kita minta pak Gubernur keadilan itu lah,” tuntut Tursiman.

    Kemudian, terkait keputusan pertemuan dengan gubernur pada Minggu (7/1), yang menghasilkan bahwa wilayah Sungai Gelam yang diperbolehkan melintas karena tak ada akses sungai yang dekat jika ada izin dari Balai Jalan, Tursiman mengatkan jika para supir menolak persetujuan itu.

    Kalau Gubernur ingin mengatur apa kemarin cuman mau dilangsir, jadi sopir-sopir ini suruh melangsir ke sungai kan gak setuju kawan-kawan,” ujarnya.

    Sementara itu, perwakilan Pemprov Jambi Pelaksana Harian (Plh) Asisten II yang juga Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Provinsi Jambi Johansyah mengatakan, dari hasil pertemuan Minggu (1/2)  antara Gubernur Jambi Al Haris bersama perwakilan sopir angkutan batubara telah bersepakat untuk mengadakan pertemuan di Jumat malam mendatang. 

    “Untuk saat ini pak Gubernur masih di Merangin ada Agenda beliau di sana, saya hanya bisa menyampaikan hasil pertemuan semalam bahwa kita akan mengadakan pertemuan di Jumat malam,” kata Johansyah menghadapi pendemo. 

    Meski demikian masa pendemo masih tidak menerima keterangan dari Johansyah, mereka masih meminta langsung pernyataan dari Gubernur Jambi baik itu melalui telepon. 

    Sementara itu, sebanyak dua tiang pengaman (fender) jembatan Batanghari 1 ditabrak tongkang beberapa waktu lalu. Akibatnya 1 fender yang terbuat dari besi baja itu patah dan satunya rusak.

    Meski demikian pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Jambi menyatakan jembatan yang berusia 35 tahun itu masih aman dilewati pengendara.

    Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I, Azwar Edie mengatakan 

    menjawab kekhawatiran masyarakat, pihaknya memastikan jembatan masih aman untuk dilewati.

    Karena yang ditabrak  pengaman jembatan (fender) dan bukan pondasi pilar jembatan, maka masih aman. Dibilang aman lantaran yang ditabrak bukan struktur bangunan utama jembatannya,” jelas Edi Kepada Jambi Ekspres (8/1).

    Ia menjelaskan, sudah dilakukan peninjauan lapangan oleh tim PJN 1 dan Polrestas Jambi. Hasilnya ditemukan kerusakan pada dua titik fender yang ditabrak. (edi)

    Komentar

    Tampilkan